• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sun28062026

Last updateWIB3_SatPMWIBE_June+0700RJunPMWIB_0PMthWIB1782569690+07:00SatPMWIBE

Pendidikan

Mendikbud Apresiasi SLB Perbatasan

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PPK-LK) Mujito Aks, M.Si

Kuningan (KaTer) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud RI) Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA yang diwakili oleh Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PPK-LK) Mujito Aks, M.Si memberikan apresiasi terhadap berdirinya Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Perbatasan.

SLBN Perbatasan yang berdiri di Desa/Kecamatan Cibingbin Kuningan itu berbatasan dengan Desa Pananggapan Kecamatan Banjarharjo, Jawa Tengah. Pembangunan SLBN Perbatasan tersebut wujud Kuningan sebagai kabupaten inklusif.

“Kami mengapresiasi program layanan pendidikan yang diperuntukkan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kabupaten Kuningan. Layanan disini komprehensif. Karena, pertama SLB sudah banyak termasuk dengan kualitas memadai,” kata Direktur PPK-LK Mujito Aks, M.Si kepada KaTer, Rabu (28/5/2014).

Menurutnya, keberadaan SLB di wilayah perbatasan atau tempat terpencil ini memiliki dua makna. Yaitu layanan kepada anak-anak atau pendidikan khusus dan layanan khusus. Pendidikan khusus ini untuk anak-anak disabilitas, sementara layanan khusus ini untuk anak-anak yang tidak bisa sekolah di Kuningan.

“Bantuan dari pihak kementerian sendiri diantaranya berupa alat-alat pendidikan, pembinaan teknis edukatif, kurikulum dan sebagainya,” sebutnya.

Secara teknis kata Mujito, lahan pembangunan SLBN Perbatasan ini disiapkan oleh pemda. Infrastruktur dan pagar pembatas bangunan sekolah juga dari pihak pemda. Pihaknya hanya membangun dan memberikan buku pelajaran. Jika ada yang mengalami keterbatasan seperti tuna netra maka diberi alat bantu Braille. Sedangkan untuk penderita Tuna Rungu dibantu dengan alat-alat pendengaran. Kalau pun ada yang cacat kaki, diberi kursi roda.

“Kami berharap, jika SLBN Perbatasan berkembang dan bertambah jumlah siswanya, tidak menutup kemungkinan bakal dibangun asrama bagi Anak Berkebutuhan Khusus ," pungkasnya.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing