• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sun28062026

Last updateWIB3_SatPMWIBE_June+0700RJunPMWIB_0PMthWIB1782569690+07:00SatPMWIBE

Pendidikan

SDN 3 Jabranti, Peserta UN Hanya 1 Orang

Siswa SDN 3 Jabranti saat mengikuti UN.

Kuningan (KaTer) - Ada pemandangan menarik dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di salah satu sekolah yang ada di Kuningan. Tepatnya yakni SDN 3 Jabranti Dusun Banjaran Desa Jabranti Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan. Dimana, peserta yang mengikuti kegiatan UN hanya satu orang. Meski peserta ujian hanya satu orang, namun tetap diawasi oleh dua orang pengawas.

Peserta ujian yang diketahui bernama Rohani Atika, lahir di Kuningan pada tanggal 20-7-2001, putri kedelapan bapak Sulaeman Warga Dusun Banjaran itu tetap serius dalam menjawab soal-soal ujian satu-persatu.

Guru Kelas VI SDN 3 Jabranti, Dulhanan kepada KaTer, Kamis (22/5/2014) mengatakan, terkadang merasa kesulitan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang siswanya hanya satu orang. Karena tidak ada pembanding dikelasnya.

"Kadang belajarnya suka tengok kanan kiri saat sedang KBM, seakan-akan ingin mencari teman untuk bercanda atau sekedar mengobrol. Tapi saya juga sadar, sebagai makluk sosial tentunya Rohani perlu komunikasi dengan sesama,” ujarnya.

Dulmanan menyadari betul dengan kondisi anak didiknya yang hanya satu orang itu. Sebab, saat mengajar Ia tetap memberikan materi ajar sesuai dengan target kurikulum untuk menghadapi ujian.

Sementara Kepala UPTD SD Kecamatan Karangkancana, Bagja didampingi Kepala SDN 3 Jabranti Yunus mengatakan, Ia sudah memberikan intruksi pada para kepala sekolah untuk tidak menerima murid baru kelas satu dibawah lima orang. Hal itu supaya dalam pembelajaran dikelas efektif, apalagi masih kekurangan guru.

"Tadinya ada dua orang, tapi satu orang pindah ke Bogor ikut orangtuanya. Makanya kelas enam jadi satu orang. Namun semoga peserta UN kedepan di seluruh SD makin meningkat bahkan banyak,” harapnya.

Rohani saat usai mengikuti ujian menuturkan, tetap berusaha keras dalam belajar demi masa depan. Apalagi saat ini usai dari kelulusan berniat ingin melanjutkan ke jenjang sekolah menengah.

"Saya sering bingung ketika mengerjakan soal ujian karena diawasi dua orang pengawas. Terkadang merasa deg-degan karena ga ada temen untuk saling bertanya dan sempat juga berpikir saling tukar jawaban. Tapi mudah-mudahan saya lulus karena ingin masuk ke SMP,” katanya dengan nada lirih.(AND)

Comments   

 
0 #1 Cuci Sofa Jakarta 2017-01-26 05:45
Great delivery. Solid arguments. Keep up the amazing work.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh


Fishing