Parlementaria
RAPBD 2018, PAD Turun Rp659 Milyar
- Details
- Published on Tuesday, 17 October 2017 06:56
- Written by Yan
- Hits: 57922
Kuningan Terkini - Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH menyampaikan pengantar nota keuangan RAPBD TA 2018, pada rapat paripurna di DPRD Kabupaten Kuningan, Senin (16/10). Dalam nota keuangan itu, tertuang Pendapatan Daerah akan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 25,06 persen yakni Rp1,97 triliun, lebih kecil dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,63 triliun.
“Pendapatan daerah tahun anggaran 2018 direncanakan sebesar Rp1,9 triliun. Dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp2,63 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp659,18 milyar, atau turun 25,06 persen,” ucap Bupati Acep saat membacakan pengantar nota keuangan RAPBD TA 2018.
Pendapatan daerah itu pun lanjutnya, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp314,39 milyar. Jika dibandingkan dengan target PAD tahun lalu sebesar Rp413,56 milyar, maka target PAD tahun anggaran 2018 mengalami penurunan sebesar Rp99,17 milyar atau turun 23,98 persen.
“Adapun penerimaannya meliputi pajak daerah sebesar Rp80,35 milyar, retribusi daerah Rp59,654 milyar, hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp5 milyar, serta dari lain-lain PAD yang sah Rp169,30 milyar. Pendapatan daerah lainnya dalam RAPBD 2018 didapat dari dana perimbangan yang direncanakan sebesar Rp1,258 triliun, dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp1,718 triliun mengalami penurunan sebesar Rp459,08 milyar atau turun 26,72 persen,” sebutnya.
Kemudian dari lain-lain pendapatan daerah yang sah kata Bupati Acep, direncanakan sebesar Rp397,86 milyar. Dibandingkan dengan tahun lalu Rp498,79 milyar, mengalami penurunan Rp100,92 milyar atau turun 20,23 persen. Untuk perencanaan belanja daerah TA 2018 mencapai Rp1,966 triliun, dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp2,689 milyar, mengalami penurunan sebesar Rp722,45 milyar atau turun 26,87 persen.
"Belanja daerah tersebut akan dialokasikan untuk belanja tidak langsung Rp1,404 triliun terdiri dari belanja pegawai Rp964,42 milyar, belanja hibah Rp7,15 milyar, belanja bantuan sosial Rp3,8 milyar, belanja bagi hasil kepada pemerintah desa Rp3,9 milyar, belanja bantuan keuangan kepada desa dan partai politik Rp422,4 milyar, dan belanja tidak terduga Rp3 milyar,” ungkapnya.
Sedangkan untuk belanja langsung masih kata Acep, direncanakan sebesar Rp561,88 milyar. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu Rp1 triliun, mengalami penurunan Rp495,75 milyar atau turun 46,87 persen. Belanja tersebut terdiri atas program dan kegiatan non urusan untuk 63 SKPD Rp131,93 milyar, dan program dan kegiatan urusan untuk 63 SKPD Rp429,95 milyar. (yan)





Comments
content, that's why you don't rank high in google, but there is a tool
that can help you to create 100% unique content,
search for: boorfe's tips unlimited content
I have joined your feed and stay up for looking for extra of your great post.
Additionally, I've shared your web site in my social networks
I did however expertise some technical issues using thiss website, as I experienced to reload the website lots of times previous too I could get it to load
correctly. I had been wondering if your web host is OK?
Not that I am complaining, but sluggish loading instances times will often affect youur placement in google and could damage your high-quality score if
ads and marketing with Adwords. Well I am adding this RSS to my e-mail and could look out for a
lot molre of yor respective fascinating content. Ensure that
you update this again soon.
the most recent news update posted here.
RSS feed for comments to this post