Ekonomi
Jumlah Pengusaha Indonesia Masih Rendah
- Details
- Published on Monday, 28 December 2015 18:57
- Hits: 27626
Kuningan Terkini - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, H Amin Santono menilai bahwa, saat ini jumlah pengusaha di Indonesia masih rendah khususnya pemula. Tentu saja, hal ini berbanding lurus dengan jumlah pendapatan pajak yang kian mengkhawatirkan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung wakil rakyat asal Desa Haurkuning saat mengisi kegiatan reses dalam seminar nasional yang bertajuk Manfaat Layanan Keuangan Digital dalam Mempercepat Pembangunan Ekonomi Pedesaan di aula rapat Bank BJB Kuningan, Senin (28/12/2015).
Selain Anggota DPR RI Komisi XI, H Amin Santono yang didampingi istrinya, Hj Yoyoh Rukayah sekaligus sebagai anggota DPRD Provinsi Jabar.
Hadir pula mantan anggota DPR RI, H Komar, Bank Indonesia, BJB Kuningan, anggota DPRD Kuningan, pengurus HIPMI, Gemma MA Kuningan serta ratusan peserta seminar.
Amin menyoroti soal pernyataan yang pernah dilontarkan dua orang Menteri yakni Menteri Koperasi dan Menteri Keuangan. Dalam statmennya, Menteri Koperasi menyatakan bahwa, jumlah pengusaha di Indonesia hanya sekitar 1,65 persen dari jumlah penduduk saat ini.
“Jika jumlah pengusaha kita bisa bertambah, maka akan turut mendongkrat ekonomi negara. Bertambahnya lapangan pekerjaan dan akhirnya meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat. Sementara Menteri Keuangan juga sempat berpendapat bahwa, Dirjen Pajak Kementerian Keuangan harus mengejar tambahan penerimaan pajak sekitar Rp 146,3 Triliun dalam 14 hari sisa waktu Tahun Aanggaran 2015,” bebernya.
Menurutnya, jika ditarik kesimpulan dari kedua pernyataan Menteri tersebut, bahwa dapat dikatakan jumlah pengusaha saat ini masih rendah khususnya pemula, bahkan berbanding lurus dengan jumlah pendapatan pajak negara yang mengkhawatirkan.
"Memang, hal itu juga tidak bisa dipungkiri karena ada faktor lain seperti kurs mata uang yang tidak stabil, faktor situasi politik di pusat yang panas serta adanya Pilkada di sejumlah daerah. Selain itu juga situasi konflik pemerintah dengan DPR yang berpengaruh pada penerimaan negara di Tahun 2015. Mengapa pengusaha di Indonesia itu sedikit, lalu hubungannya seperti apa dengan acara seminar layanan keuangan kali ini?” tanya Amin.
Dia menuturkan, pertama adalah civic pendidikan di Indonesia tidak cukup mendukung pemuda menjadi wirausaha. Terlebih, Amin juga menyimpulkan apa yang pernah dikatakan Rektor UI dengan pendapat serupa, bahwa civic pendidikan di Indonesia kurang sukses menanamkan kesadaran dalam berwirausaha.
“Dampaknya, masyarakat juga kurang berminat untuk berwirausaha dan terkesan masih minim. Tidak ada sistem pendidikan kita untuk menanamkan sifat berwirausaha sejak dini baik jenjang SD, SMP hingga SMA, bahkan kurikulum 2013 yang dirancang Kemendikbud tidak memasukan materi kewirausahaan terpadu di berbagai tingkat pendidikan,” katanya.
Wirausaha itu kata Amin, harus dibangun melalui sumber daya manusia, ilmu pengetahuan serta kharakter building supaya kedepan para generasi muda bisa lebih membangun bangsanya sendiri. (AND)




