Ekonomi
Tren Batu Akik Kian Meredup
- Details
- Published on Thursday, 17 September 2015 17:36
- Written by Andry
- Hits: 33325
Kuningan Terkini - Sempat melambung dan menjadi primadona dikalangan masyarakat. Kini, pamor batu akik mulai meredup. Hal ini terjadi merata di setiap daerah, tak terkecuali di Kuningan. Jika dulu di sepanjang Jalan Langlangbuna warga yang memburu batu akik meluber hingga jalan. Tapi, kini jumlahnya terus berkurang. Sudah banyak pengguna membuat usaha ini menjadi lesu.
“Iya demam batu akik sudah berkurang. Saat ini justru yang ramai adalah lomba. Dulu orang-orang yang hanya sekedar ikut-ikut kini sudah menyingkir,” ucap Yosep salah satu kolektoer batu akik di Kuningan kepada awak media, Kamis (17/9/2015).
Meski demam batu berkurang kata Yosep, hal itu tidak membuat pencinta batu berkurang. Sebab bagi pencinta batu akik sejati, menggeluti batu merupakan hobi bukan musiman. “Untuk harga sendiri kalau yang berkualitas pasti tetap mahal, tidak akan berpengaruh,” singkatnya.
Fenomena meredupnya musim batu akik, sepintas terlihat dari banyaknya warga yang terlihat bosan dengan batu akik, kemudian dijual. Bahkan, mereka rela merugi dengan harga batu akik yang turun drastus dari pada tidak laku sama sekali.
“Coba saja liat di daerah lain harga sudah pada jatuh, misalnya yang semula dibeli dengan harga jutaan, ketika dijual hanya Rp 200 ribu. Situasi ini wajar, karena ketika semua orang nyaris sudah punya batu, maka pembelian sepi dan mereka akan menjual,” kata salah seorang penghobi batu akik, Wawan Kurniawan.
Dirinya menilai, jika benar-benar seorang pecinta batu akik itu akan tetap bertahan, walaupun saat ini sudah tidak musim atau demam batu akik. Jadi, bagi pecinta batu akik sejati itu tidak akan terpengaruh, berbeda dengan mereka yang hanya ikut-ikutan saja.
“Kalau bukan hobi, pasti ketika sudah sepi seperti ini akan menjual. Tapi, lihat yang merupakan penghobi mereka tidak akan menjual. Bagi mereka batu akik tidak pernah mengenal musiman,” pungkasnya.(AND)




