Ekonomi
Pemudik Buru Jajanan Khas Kuningan
- Details
- Published on Tuesday, 21 July 2015 20:09
- Written by Agung Djonlianto
- Hits: 35466
Kuningan Terkini - Banyaknya pemudik yang bertolak kembali ke perantauan, dimanfaatkan para pedagang dadakan untuk berjualan. Pada umumnya, mereka berdagang oleh-oleh khas Kota Kuda seperti Tape Ketan, Opak Bakar, Ketimpring dan lainnya, untuk dibawa sebagai buah tangan para pemudik dari Kuningan.
Kebanyakan pemudik mengaku, sengaja membeli makanan khas Kuningan itu karena sudah menjadi kebiasaan setiap tahun membawa oleh-oleh dari Kuningan seperti tape ketan. Makanan itu sudah menjadi ikon tersendiri bagi Kota Kuningan yang banyak dilirik para pemudik yang bertolak ke luar kota. Seperti yang dituturkan pemudik asal Cirendang, Hendra yang hendak kembali ke Karawang. Dirinya rutin setiap tahun jika kembali berangkat ke perantauan selalu membawa oleh-oleh tersebut.
“Iya sengaja membeli tape ketan, karena sering ditanyain kalau sudah kembali di tempat kerja. Jadi kalau pulang kampung ya pas balik lagi ke Karawang pasti mampir ke tempat oleh-oleh Kuningan,” ucap Hendra yang membawa serta ketiga anak dan istrinya itu saat ditemui KaTer, Selasa (21/7/2015).
Sementara penjual tape ketan, Dudung mengaku berjualan tapa ketan karena dinilai selalu laris jika musim lebaran tiba. Melihat peminat oleh-oleh khas Kuningan sangat meningkat, dirinya memberanikan diri untuk berbisnis jualan tape ketan. Sebab, berjualan tape ketan itu dilakukan hanya pada momen lebaran saja.
“Saya mulai berjualan memang pada saat pemudik mulai berangkat lagi ke perantauan. Sebab, pada waktu-waktu itu saja banyak yang mencari oleh-oleh khas Kuningan,” katanya.
Dudung yang tak lain penjual tape ketan dadakan itu menyebutkan, bahwa barang dagangan diperoleh dari perajin tape daerah Cibeureum. Setiap ember yang berisi tape ketan dijual dengan bandrol sama dengan harga pasaran yaitu Rp 65 Ribu.
“Saya berjualan tape ketan tidak langsung mengambil stok banyak. Paling yang ada dulu biar habis terjual baru memesan lagi ke perajin tape ketan,” terangnya.
Pantauan di lokasi oleh-oleh Khas Kuningan seperti di kawasan Lampu Merah Cijoho terlihat puluhan kendaraan roda empat berjejer disepanjang lokasi penjual makanan khas Kuningan. Akibat banyaknya mobil yang terparkir di pinggiran jalan tersebut, sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Namun, dengan sigap petugas kepolisian setempat mengatur arah lalu lintas agar bisa mengurai kemacetan.(AND)




