• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Mon29062026

Last updateWIB3_SatPMWIBE_June+0700RJunPMWIB_0PMthWIB1782569690+07:00SatPMWIBE

Ekonomi

Kepala BI Provinsi Jabar Diserahterimakan

Wakil Gubernur Jabar berfoto bersama seusai serah terima jabaran kepala perwakilan BI Jabar.

Kuningan Terkini - Berlokasi Gedung Bank Indonesia (BI) Jl. Braga Bandung, Kamis (8/12/2014) telah dilakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jabar dari Dian Ediana Rae kepada Rosmaya Hadi. Hadir pada Sertijab ini selain Deddy Mizwar, Wakil Gubernur Jabar, juga Hendar, Deputy Gubernur Bank Indonesia.

Dalam sambutannya Deddy Mizwar mengapresiasi kinerja BI selama ini dibawah kepemimpinan Dian Ediana Rae, dalam hal pengendalian tingkat inflasi di Jabar. Beberapa hal yang Deddy Mizwar sebut diantaranya terobosan panduan finansial terhadap pengusaha UMKM (Usaha Menengah Kecil dan Mikro).

“Keberadaan FKPI Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi Jabar, hendaknya tetap dipertahankan. Kinerjanya saya apresiasi,” katanya.

Sementara, Deputy Gubernur Bank Indonesia, Hendar dalam sambutannya mengupas situasi perbankan dalam konteks menjaga resiko sistem keuangan. Menurutnya, peranan perbankan dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi sangatlah penting.

“Kinerja perbankan Jabar, perkembangannya relatif stabil pada triwulan lll 2014. Pertumbuhan penyaluran kredit tercatat melambat pada level 13,8 persen dibandingkan triwulan II 2014 sebesar 16,1 persen, atau mencapai Rp. 293,2 triliun,” terangnya.

Besaran pertumbuhan kredit ini sambung Hendar, selaras dengan arah kebijakan BI demi mengarahkan pertumbuhan kredit yang lebih rendah pada 2014, juga guna menjaga stabilitas makrekonomi terkait resiko defisit transaksi berjalan dan tekanan inflasi pasca kenaikan BBM 2013.

“Sementara itu resiko kredit atau Non Performing Loans (NPL) hanya sebesar 3,02 persen. Dana Pihak Ketiha (DPK) saat ini tumbuh sebear 11,0 persen menjadi 323,2 triliun. Kondisi ini cukup menggembirakan,” jelasnya.

Ditempat yang sama, pimpinan BI Jabar yang baru, Rosmaya Hadi yang selama 28 tahun berkecimpung mengurus sistem pembayaran dengan jabatan terakhir Direktur Ekskutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran (2013 – 2014), menyatakan keinginannya untuk menggalakkan penggunaan E Money di Jabar.

“Saya menghimbau masyarakat untuk lebih banyak menggunakan E Money. Selain itu, kedaulatan mata uang rupiah di Jawa Barat dan Indonesia perlu dilaksanakan di lapangan dengan konsisten. Hotel, pelabuhan, bandara, dan barang vital lainnya di dalam negeri harus bertransaksi dalam mata uang rupiah,” ujarnya.

Disinggung tentang eksperimen penggunaan E Money oleh BI saat dilakukan WUBI (Wira Usaha Bank Indonesia) Festival, 5 – 7 Desember 2014 di halaman BI Jabar, yang diikuti sekitar 50 kelompok UKMK, menurutnya masih banyak orang yang tergagap-gagap dalam penggunaannya.

“Memang perlu ada upaya edukasi secara berkelanjutan. Di Jakarta saja kala E Ticket pada moda transportasi kereta api masih ada yang iseng, menempelkan permen karet. Tujuannya, program ini macet. Anehnya, sekarang orang malah banyak yang senang pada program ini,” paparnya.(Harri Safiari)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing