Aneka
Spirit Sumpah Pemuda Untuk Perubahan
- Details
- Published on Monday, 02 November 2015 04:52
- Written by red
- Hits: 30920
“Pemuda Zaman Sekarang adalah Pemimpin di Masa Depan”
Pepatah arab yang satu ini memang sangat terkenal, biasa dibawakan dalam pidato tentang pemuda, biasa pula disandingkan dengan perkataan Founding Father kita,Soekarno : “Berikan saya sepuluh pemuda maka akan ku guncang dunia” Pemuda memang disipakan untuk menjadi pemimpin dimasa yang akan datang, minimal dia akan memimpin satu lingkup terkecil dari negara ini yaitu keluarganya.
Pemuda memiliki urgensitas yang tinggi dalam sejarah Indonesia.Setiap gerakan melawan kolonialisme, pemuda selalu ambil bagian. Sampai pada puncaknya, pemuda Nusantara bersatu dan mengikrarkan sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, yang berisikan tiga sendi, menjunjung tinggi tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan dan bahasa Indonesia.
Tiga sendi itu yang kemudian melenyapkan sisi-sisi fanatisme golongan sehingga muncul kekuatan nasionalisme dan akhirnya mampu menjadi bahan bakar penggerak gerakan-gerakan melawan kolonialisme menuju gerbang kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Bahkan, hampir di setiap fase pemerintah Indonesia, gerakan pemuda senantiasa menjadi balancer (penyeimbang)dengan menghadirkan sejumlah kritik terhadap pemerintah sehingga negara ini masih “sedikit” terselamatkan dari berbagai krisis di tingkat pemerintah.
Tidak cukup sampai disitu, pemuda juga diharapkan dapat memberi kontribusi positif serta memberi warna benderang terhadap dinamika perkembangan dan pembangunan bangsa dan negara Republik Indonesia.Pendek kata, tidak dapat dipungkiri bahwa pemuda adalah lokomotif perjuangan dan perubahan bangsa dan NKRI menuju kejayaan yang sejati.Oleh karenanya semakin dapat dipahami bahwa peran atau kontribusi strategis pemuda dalam kaitannya (melanjutkan) pembangunan eksistensi bangsa ke arah yang lebih baik dan bermartabat, sesungguhnya sangat sejalan dan senafas dengan tujuan berdirinya republik tercinta ini.
Memaknai Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015 merupakan hari bersejarah yang selalu diperingati oleh bangsa ini.Sebuah tanggal yang menentukan nasib bangsa Indonesia agar bisa merdeka dan berdiri dengan bebas di atas tanah mereka sendiri.87 tahun sudah peristiwa sumpah pemuda ini selalu diulang dan diperingati.Saya membayangkan, sumpah pemuda pada waktu Indonesia belum merdeka dulu pastilah sangat heroik. Beragam pemuda yang berlatar belakang beda – beda, berkomitmen menjadi satu karena disatukan oleh tanah air, bangsa, dan bahasa yang sama. Namun, apakah semangat sumpah pemuda masih dapat dilihat pada masa sekarang ? Lalu, buat apakah Sumpah Pemuda dijadikan sebagai sebuah peringatan dan ditetapkan pada suatu tanggal, yaitu 28 Oktober ?
saya berpendapat bahwa jika sumpah pemuda dilakukan tanpa tujuan yang jelas, maka jadinya hanyalah semangat retorika dan sekedar ritual saja. Kondisi pemuda Indonesia saat ini, belum dapat dikatakan sangat membanggakan.Meskipun kita juga harus membuka mata pada hal positif yang dilakukan oleh banyak pemuda Indonesia, kita juga tidak boleh melupakan dan menutup mata pada sisi lain, yaitu kondisi pemuda Indonesia yang semakin hari semakin tidak membanggakan, berita kriminal dan anarkisme pada jaman sekarang, dipenuhi oleh pemuda.Mulai dari tawuran, bentrokan, pencurian, perkelahian, pembunuhan, dan kasus kriminal lainnya.Fakta ini hendaknya menjadi fokus utama dalam bangsa ini mengingat pemuda adalah tulang punggung bangsa ini.
Berbagai permasalahan di atas mengindikasikan adanya krisis dalam pemuda Indonesia saat ini.Dengan semangat sumpah pemuda, hendaknya mampu menginternalisasikan nilai-nilai yang positif.Sumpah pemuda, berisikan semangat dan sumpah dari pemuda Indonesia untuk menyatukan kembali identitas diri yang mampu mengikat segala latar belakang dan semakin memperkokoh nasionalisme.Semangat satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa. Namun, kondisi sekarang sungguh kontras dengan kondisi saat itu.Dimana ketika kemerdekaan sudah diraih dan seharusnya semangat sumpah pemuda tersebut diimplementasikan oleh para pemuda Indonesia saat ini, justru semakin merosot.
Kalau seperti itu, apa bedanya dengan terjajah? Jika dulu kita dijajah secara fisik, di era global ini bisa ngeri lagi.Kita dijajah dan ditelanjangi secara moral, ekonomi, budaya dan kearifan lokal tercabut, karena kita berkiblat pada negara adidaya. Oleh karena itu, perlu adanya gerakan reorientasi pemuda agar pemuda kembali menemukan jati dirinya. Meskipun banyak pemuda yang mengalami permasalahan kompleks, masih banyak pemuda yang memiliki spirit perubahan. Selain itu, penghayatan kembali atas sejarah kepemudaan sangat diperlukan agar nilai perjuangan dan nasionalisme serta semangat perubahan mampu tertanam kembali.Berbagai hal bisa dilakukan dalam rangka reorientasi pemuda tersebut. Pertama, Membangun Kepribadian Islami .Revolusi mental sebuah bangsa hanya dapat digapai dengan moral dan keteladanan.Menjadi pribadi yang Islami merupakan suatu hal yang sangat penting.
Hal ini karena Islam itu tidak hanya ajaran normatif yang hanya diyakini dan dipahami tanpa diwujudkan dalam kehidupan nyata, tapi Islam memadukan dua hal antara keyakinan dan aplikasi, antara norma dan perbuatan , antara keimanan dan amal saleh. Oleh sebab itulah ajaran yang diyakini dalam Islam harus tercermin dalam setiap tingkah laku, perbuatan dan sikap pribadi-pribadi muslim. Kedua, Menciptakan Pemuda Unggul !
Dalam dunia akademis, semangat menuntut ilmu harus diimbangi dengan semangat menginternalisasikan nilai dan moral.Sehingga, tidak hanya mengejar kuantitas dan kualitas ilmu, tetapi juga mengejar kuantitas dan kualitas akhlak dan moral.Terciptanya akademisi muda yang berintelektual dan bermoral. Mampu membangun peradaban dengan ilmu dan budaya luhur.Mampu menciptakan masyarakat cerdas dan berintelektual serta berbudi luhur. Ketiga, Pemuda harusmemiliki Daya Saing . Menciptakan pemuda yang terampil, kreatif, dan inovatif menjadi hal penting di era modern sekarang ini.Selain itu, daya lenting yang tinggi harus dimiliki pemuda untuk menjadi pemuda yang tangguh dalam segala tantangan.
Agar tetap senantiasa menjadi bagian negara yang maju dan kebal terhadap segala hambatan yang ada. Keempat, penghayatan tentang konsep nasionalisme, cinta tanah air, dan demokrasi yang berlandaskan pada agama menjadi penting bagi pemuda, kaitannya sebagai upaya preventif agar pemuda tidak mudah menjadi target gerakan separatis dan radikalis.Hal ini perlu digencarkan karena gerakan radikalis dan separatis memilih pemuda yang secara psikologis mudah dipengaruhi dan secara pengetahuan belum terlalu mumpuni.
Kelima, menciptakan pemuda yang peka terhadap kondisi sosial menjadi penting juga agar pemuda tidak mudah terkontaminasi oleh permasalahan sosial.Namun, justru menjadi agen perubahan. Prinsip hidup harus membawa manfaat dan maslahat perlu diinternalisasikan agar pemuda menyadari akan perannya. Keenam, penghayatan terhadap kisah faktual tokoh sebagai role model perlu ditanamkan dalam diri pemuda.Pemuda memerlukan figur-figur yang dapat menjadi teladan, bisa dari sesamanya atau dari generasi pendahulunya.Tidak semua pemuda sadar dan mampu untuk memulai perubahan dari diri sendiri.
Ada pemuda yang butuh contoh dan dorongan. Disorientasi pemuda harus segera diarahkan agar masa depan bangsa ini dapat lebih terarah pula, sebab merekalah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa, berdasar statistik kependudukan, pemuda kita menempati prosentase terbesar dalam populasi kita. Bisa dibayangkan, betapa buruk nasib bangsa ini ke depan, jika kesadaran pikir, kesadaran social dan kesadaran beragama mereka tidak benar.
Monentum Perubahan
Semangat sumpah pemuda ke-87 yang juga berdekatan dengan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1437 Hijriyah, diharapkan mampu menjadi titik kelanjutan estafet gerakan pemuda sebelumnya. Terlebih lagi, pemuda era sekarang sudah banyak mengalami berbagai permasalahan kompleks. Di sisi lain, peran pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masih tetap dibutuhkan. Semangat hijrah (berubah menuju perbaikan) hendaknya selalu menjadi jiwa dalam diri pemuda.Hijrah sangat penting, terutama dalam kehidupan ini perubahan adalah keniscayaan.
Hijrah yang berarti berpindah dari suatu tempat menuju ke tempat lain dapat dimaknai secara kontekstual dengan perpindahan menuju hal yang lebih baik. Layaknya hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah al Mukarramah menuju Yatsrib (Madinah al Munawwarah), agar dakwah dan Islam lebih berkembang.Terlebih lagi, prinsip beruntung dalam Islam adalah jika hari ini lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok lebih baik daripada hari ini.
Dengan kata lain, modifikasi perilaku dan modifikasi lingkungan sangat diperlukan bagi pemuda sebagai teknik dan bekal membuat perubahan. Tidak hanya bergerak, tetapi juga menggebrak.Hijrah dan bergerak untuk menuju perbaikan, menggebrak untuk melawan tantangan dan hambatan. Pemuda masa kini, pemimpin masa depan. Jayalah pemuda, jayalah Indonesia! Penulis adalah Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kuningan.




