Fri17042026

Last updateWIB3_FriPMWIBE_April+0700RAprPMWIB_0PMthWIB1776402730+07:00FriPMWIBE

Wisata

Ribuan Pengunjung Padati Palutungan

Nampak sejumlah kendaraan antri saat mau masuk ke obyek wisata Palutungan.

Kuningan Terkini - Ribuan pengunjung tampak memadati salah satu kawasan wisata Kabupaten Kuningan, di kawasan Buper Palutungan Cigugur dibawah naungan Badan Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kuningan, Minggu (19/7/2015). Peningkatan pengunjung sudah terjadi sejak libur lebaran H+2, yang biasanya seperti tahun sebelumnya mencapai rata-rata 1500 pengunjung setiap harinya.

Kepadatan pengunjung sudah terlihat ketika memasuki desa lokasi wisata hingga pintu masuk Palutungan. Pengunjung baik yang menggunakan roda dua maupun roda empat, rela mengantri demi mendapatkan tiket masuk yang dibandrol pengelola sebesar Rp 22,5 Ribu. Kenaikan tarif masuk diakui petugas, karena adanya hiburan tambahan yang disuguhkan bagi para pengunjung dengan tarif normalnya seharga Rp 13 Ribu setiap orangnya.

“Kalau pengunjung ya sama dengan tahun sebelumnya tidak beda jauh dengan rata-rata perhari sekitar 1500 orang. Sekarang karena ada hiburan, kita mengenakan tiket Rp 22,5 Ribu per orang termasuk kendaraanya,” ucap salah seorang petugas BTNGC, Agus saat ditemui KaTer di lokasi wisata.

Pengunjung sendiri kata Agus, memang masih didominasi oleh wisatawan luar Kuningan seperti Indramayu, Cirebon, Majalengka hingga Jakarta. Namun, tak sedikit pula yang berasal dari Kuningan. Untuk membantu mengantisipasi membludaknya pengunjung, pihaknya juga melibatkan warga sekitar agar bisa melayani para wisawatan yang ingin menikmati panorama Palutungan.

“Palutungan ini masih dibawah BTNGC, cuma kita dimitrakan dengan pengelola dari CV Wisata Putri Mustika (WPM) dari Desa Cisantana,” sebutnya.

Sementara pelaksana lapangan dari CV WPM, Toto mengaku, dalam pengelolaan buper Palutungan sebagai salah satu lokasi wisata di Kuningan, selalu berpegang pada petunjuk dan arahan yang sesuai dengan binaan BTNGC. Misalkan arahan yang diberikan yakni untuk terus menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan dan keindahan.

“Pegawai sendiri direkrut dari desa setempat yang mencapai sekitar 15 orang. Ini salah satu komitmen kami dalam memberdayakan warga sekitar dengan adanya kawasan potensi wisata alam disini,” katanya.

Selain para pegawai yang sudah ada, dirinya juga mengaku melibatkan kembali warga setempat untuk ditempatkan pada titik sentral, agar bisa mengawasi dan menjaga ketertiban para pengunjung yang datang.

“Jadi, kami juga terus ikut memberdayakan masyarakat sekitar. Tiket masuk tidak ada kenaikan, masih dengan harga Rp 13 Ribu setiap orang. Cuma karena ada paket hiburan tiketnya berbeda dengan hari-hari normal seperti biasanya,” pungkasnya.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing