Politik
Jabar, Incaran Utama Timses Jokowi-JK
- Details
- Published on Saturday, 31 May 2014 10:41
- Written by Harri Safiari
- Hits: 31269
Bandung (KaTer) - Jabar sebagai salah satu provinsi dengan penduduk terbanyak di negeri ini, adalah incaran utama bagi timses Jokowi – JK. Tak heran bila timsesnya kerap mengutarakan betapa strategisnya Jabar pada pilpres kali ini. Beredar kabar, mereka pun sedang menggodok jagoannya akan ngider (berkeliling) sekitar total 7 hari di Jabar saat masa kampanye 4 Juni - 5 Juli 2014.
Bukti keseriusan pasangan Jokowi-JK menggarap Jabar diutarakan Jusuf Kalla saat memberikan pengarahan kepada ratusan fungsionaris koalisi partai PDIP, NasDem, PKB, Hanura, dan PKPI di Balai Sartika Bikasoga Bandung (28/5/2014).
“Apabila kita optimal menyebarluaskan visi dan misi kita, niscaya pilpres ini dapat kita menangkan. Jabar ini ibarat setengah dari Indonesia,” kata Cawapres Yusuf Kalla menjelaskan.
Hal serupa juga disampaikan Jusuf Kalla saat mengunjungi para Olot (Tetua Masyarakat Adat di Jabar) di Pasir Impun Kabupaten Bandung. Harus door to door mengajak sedikitnya 10 keluarga dari setiap orang ditambah oleh mesin koalisi partai plus para sukarelawan yang makin hari makin banyak di Jabar.
“Sungguh mengagumkan spontanitas dari para relawan ini. Saya percaya masyarakat adat dan elemen lain bisa merekrut jutaan relawan lainnya dengan mudah. Modalnya, itu tadi kedekatan budaya yang mereka miliki secara khas,” terangnya.
Komunitas HEJO
Saat menemui komunitas HEJO bentukan mantan Gubernur Jabar 1970 – 1974 , Solihin GP (88), Jokowi-JK mengapresiasi helatan sukarelawan yang pro lingkugan.
“Saya tahu semua relawan hadir di gedung ini tanpa meminta bayaran. Relawan seperti inilah yang membesarkan kita. Semua berasal dari kegotongroyongan murni,” kata Jokowi.
Ditengah suasana semarak di GOR Citra yang juga menghadirkan sambutan dari Jusuf Kalla, Jokowi, Anis Baswedan selaku juru bicara timses, serta seniman Bandung Si Kabayan Nyintreuk Tisna Sanjaya yang ditemani Isa Perkasa.
Solihin GP mengungkapkan kekesalannya atas amburadulnya pemerintahan dewasa ini. Solihin GP menyebut padanan pemerintahan amburadul ini dengan istilah awut-awutan.
“Saya ini sudah kesel sama pemerintahan selama ini. Dulu saya mempertaruhkan nyawa untuk kemerdekaan negeri ini. Anehnya, pemimpin sekarang sedikit-sedikit pemimpinnya korupsi. Semua bikin rakyat sengsara. Ini bikin kesel saya dan ribuan relawan HEJO. Mana atuh pemerintahan yang clean and capable government,” serunya sambil mengepalkan tangan yang disambut gegap gempita ribuan sukarelawan HEJO. (Harri Safiari)





