Politik
Detik Terakhir, Pertahanan Warga ‘Jebol’
- Details
- Published on Saturday, 03 May 2014 10:09
- Written by Harri Safiari
- Hits: 37550
Bandung (KaTer) - Tidak mudah juga menemui tokoh yang satu ini akhir-akhir ini. Praktis, ia sebelum Pileg 2014 terus berkeliling Jabar memantau dan memberi dorongan bagi ribuan kadernya di 27 kota dan kabupaten. Perolehan NasDem Jabar, sudah sama-sama kita ketahui. Sebagai “pendatang baru” partai ini tak menjadi juru kunci dari 12 partai yang ada. Apa pun hasilnya, Eka Santosa memberikan apresiasi penuh dari sekitar 2 juta lebih pendukungnya pada Pileg 2014 kali ini.
Perihal apresiasi itu dan di seputarannya, inilah cuplikannya.
Hikmah apa dari proses Pileg 9 April 2014 bagi partai Anda?
Dukungan dari masyarakat dari partai baru, yang pertama kali ikut pada Pileg 2014, kami anggap sebagai perwujudan tulus. Bukan sekedar kepercayaan dalam bentuk suara. Kami menganggapnya, sebagai keinginan untuk terjadinya sebuah restorasi – ya, perubahan dalam dalam konteks tatanan berbangsa dan bernegara!.
Makna sesungguhnya seperti apa?
Kami menganggapnya, dukungan masyarakat ini spektakuler – luar biasa! Bayangkan, ditengah nuansa Pileg 2014 yang marak dengan nuansa pragmatisme dan transaksional, masih ada yang menginginkan jalan lurus diantara ajakan - membengkokkan demokrasi di negeri kita.
Fenomenanya, seperti apa?
Lihatlah sendiri, diluar perolehan kursi, di setiap kota dan kabupaten, kecamatan, kelurahan, hingga ke desa, juga kampung-kampung, suara NasDem ada di dalamnya.Yang menggembirakan, kami tak ikut bermain dalam arus pragmatisme dan transaksional yang menjijikan itu.
Kiatnya, partai Anda boleh-dikata tak ikut arus “pembengkokan” pada pesta demokrasi ini?
Sejak awal kami sudah wanti-wanti, ‘jangan mengambil yang bukan haknya’. Berat memang, tantangan di lapangan amat besar. Sayangnya, setelah berbagai upaya, akhirnya pertahanan masyarakat ‘jebol’ juga. Nah, inilah yang menjadi bahan kajian kami untuk 5 tahun ke depan. Di luar kemampuan kami yang berusaha fair play, calon pemilih yang kami bina selama ini, pada detik-detik terakhir dibom ...!
Nasi sudah menjadi bubur, menyikapi sejumlah gugatan atas kinerja KPU dan Bawaslu di berbagai tingkatan?
Sesuai arahan Ketua Umum (Surya Paloh – Red.), amatilah sikap kritis masyarakat, doronglah semua elemen masyarakat menyelesaikannya secara hukum. Sejatinya, prediksi fenomena seringa kami ramalkan sebelumnya.
Hingga saat ini, adakah arahan khusus dari Surya Paloh, perihal carut-marut setelah Pileg, apa?
Arahan khusus tidak ada. Namun, kami telah berinisiatif di segala lini. Komunikasi bersama Ketua Bapilu Partai Nasdem (Ferry Mursyidan Baldan – Red), terus kami jalin secara intens. Banyak hal yang harus kami tindaklanjuti.
Hikmah dari “sub-kasus” ini?
Partai dan infrastruktur dari yang terbawah hingga yang tertinggi, harus mawas diri. Hikmahnya, kita harus sadari, struktur bangunan partai kami masih belum sempurna.
Ketidaksempurnaan, justru menjadi cambuk untuk perbaikan sejak saat ini juga! Konkritnya, perbaikan itu?
Khusus untuk Pileg, keberadaan saksi di TPS harus dibina lebih intensif. Perbaikannya, multi dimensional. Yang harus dihindari, penggiringan saksi oleh pihak lain, monitoring keterlibatan oknum KPPS, dan banyak lainnya. Terus terang, kejadian ini sungguh menyakitkan. Semuanya, adalah pelajaran berharga.
Evaluasi umum atas pelaksanaan Pileg 2014?
Ini Pemilu paling jelek sejak 1977. Sebetulnya sudah diprediksi aneka penyalahgunaan itu, namun hasilnya lebih liar dari perkiraan. Pemilu kali ini, mengalami banyak kemunduran. Berfungsinya KPPS sebagai titik rawan Pemilu kembali terulang lebih massif. Perubahan dari sistem contreng ke coblos, ini set back dimata kami. Sebetulnya, telah diantisipasi kerawanannya, namun di lapangan jauh dari perkiraan. Diakui, kader kami cukup gelagapan menghadapi gejala pragmatisme dan transaksional yang berbeda dari Pemilu sebelumnya.
Semua itu malapetaka! Adakah salah satu daerah, contoh konkrit terjadinya penyelewengan ini?
Di Kabupaten Ciamis dan Pangandaran dapil 4, 5, dan 6, terjadi disini. Buktinya, caleg diluar ketokohan PDIP dan Golkar, marak melakukan tindakan pragmatisme dan transaksional. Ada 8 partai tak bersedia menandatangani rekapitulasi suara di berbagai tingkatan, disana. Fenomena ini, termasuk sangat luar biasa – ya, luar biasa tidak bermutunya kinerja KPU dan Bawaslu, termasuk kolaborasi dari oknum partai tertentu. Menyedihkan dan miris bagi perkembangan demokrasi kita ...
Mirisnya, seperti apa?
Kala Pileg berlangsung banyak pihak yang over acting. Kotak suara, ada yang ditongkrongi oknum tertentu. Bila pencoblos, membuktikan hasilnya sesuai janjinya, warga diberi bonus Rp. 50 ribu, malah. Bukti visual, banyak yang melaporkan kepada saya. Mau dibawa kemana demokrasi kita? Serangan fajar, money politics, penggiringan massa, penggelembungan suara, jual beli suara, sudah menjadi gejala biasa saat pileg kali ini. Anehnya, petugas di TPS, membiarkan saja ...
Katakanlah hal yang miris tadi sudah terjadi, what will you do?
Selain melakukan kajian mendalam, tentu saja berkontemplasi. Perolehan suara NasDem di Jabar kali ini, harus menjadi modal yang terus dipelihara dan dikembangkan. Eksistensi suara yang kami peroleh, hargai lebih dari apa pun. Percayalah, ini adalah amanah bagi partai.
Tegasnya perolehan suara NasDem pada Pileg 2014 itu akan diapakan?
Sekitar 3 orang di DPR RI, 5 orang di DPRD Provinsi, dan 53 orang di DPRD Kota/Kabupaten, wajib mengusung restorasi di segala lini, sebagaimana pesan awal partai. Percayalah, dukungan dua juta lebih suara warga Jabar ini tidak akan kami sia-siakan.
Seberapa optimiskah suara warga Jabar aspiranya disampaikan melalui partai Anda?
Haqul yakin 100%, amanah ini akan kami apresiasi secara layak. Yang terjadi sekarang bukan sekedar “bungkusan aspirasi” secara kuantitas, melainkan kualitas. Kami akan bermain pada segi bobotnya. Oleh karena itu, caleg yang lolos segera kami bekali dengan pari purna. Mohon dukungannya, suara warga Jabar itu akan digulirkan di pentas kota dan Kabupaten di Jabar, juga akan mewarnai pentas nasional. Ini sesuai dengan motto kami – NasDem untuk Jabar, Jabar untuk Nasional. (Harri Safiari)






Comments
positivе whether or not this post is written via him
as nobgody else recognize such certain about my trouble. You aree
wondеrful! Thank you!
Jangan lᥙpa untuk Kunjungi blog Ane hanya untuк mendapat Ӏnformasi
Menarik mengenai obat
aids terbaru: http://Wshinwon.kr/?document_srl=423965. Suwun
RSS feed for comments to this post