Politik
Parpol Pengusung Rochmat Kuasai Dewan
- Details
- Published on Friday, 02 May 2014 20:02
- Written by Admin
- Hits: 32972
Kuningan (KaTer) - Lima partai politik (parpol) pengusung dan pendukung pasangan H. Momon Rochmana dan H. Mamat Roby (Rochmat) dalam pemilu kada (pilkada) pada 2013 lalu, diprediksi menguasai Dewan. Kondisi ini, diprediksi hubungan antara eksekutif dan legislatif diprediksi bakal lebih 'dinamis'.
Partai penguasa, yakni PDIP bersama sejumlah partai pendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan (UTAMA) dalam pilkada lalu tidak berhasil menjadi mayoritas di dewan. Tarik menarik kepentingan antara eksekutif dan legislatif diprediksi bakal menghangat di masa kepemimpinan bupati dan wakil bupati saat ini (pasangan Utama.
Dikabarkan, para petinggi parpol pengusung dan pendukung pasangan Rochmat itensif melakukan pertemuan dan komunikasi menyikapi hasil pileg 2014. Dari 50 kursi di DPRD Kuningan yang diperebutkan, parpol pengusung Rochmat diprediksi menguasai lebih dari setengahnya.
"Meski pilkada sudah usai, namun komunikasi di antara parpol pengusung Rochmat masih terjadi hingga saat ini," ujar sebuah sumber dari parpol pengusung pasangan Rochmat.
Sementara, berdasarkan data yang diperoleh Kuningan Terkini mengacu kepada rapat pleno penghitungan suara pemilu legislatif yang dilakukan KPU Kuningan beberapa waktu lalu, lima parpol pengusung dan pendukung pasangan Rochmat masing-masing Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gerindra diprediksi mengusai 52 persen kursi dewan. Dengan rincian, Partai Golkar 7 kursi, Demokrat 5, PKS 5, PKB 5 dan Gerinda 4. Atau total 26 kursi.
Sedangkan PDIP selaku partai penguasa bersama parpol pendukungnya yang telah berhasil mengusung pasangan UTAMA pada pemilukada lalu, diprediksi hanya meraih total 21 kursi. Yaitu, PDIP 10 kursi, PAN 8 dan PPP 3.
Sedangan dua parpol lain yang sebelumnya mendukung pasangan Utama yakni PBB dan PKPI diprediksi kuat gagal menempatkan wakilnya di dewan. Sedangkan PDK dan PKPB yang sebelumnya juga turut menjadi pendukung pasangan Utama, bukan lagi sebagai parpol peserta pileg kali ini.
Menurut pengamat politik dan pemerintahan, Boy Sandy Kertanegara, data resmi mengenai berapa jumlah kursi yang bakal diraih masing-masing parpol memang belum diumumkan oleh KPU karena harus menunggu dulu hingga Mei 2014 nanti. Namun, jika melihat data-data sementara yang dilansir sejumlah media, maka diprediksi parpol pengusung dan pendukung pasangan Rochmat bakal unggul di DPRD periode 2014-2019.
"Nuansa persaingan yang tercipta antarparpol di saat Pilkada lalu tampaknya masih terasa kuat hingga sekarang. Karena pelaksanaan pilkada dengan pileg ini berdekatan. Bahkan, kalau mau dikatakan, hasil pileg ini juga dipengaruhi gonjang-ganjing saat pilkada lalu," ujarnya.
Jika Dewan dikuasi parpol pengusung Rochmat kata Boy, hubungan antara penguasa dengan dewan bakal ‘hangat’. Sebab, bisa saja terjadi sebuah kebijakan yang disodorkan penguasa ke dewan, pembahasannya tidak akan semulus sebelumnya. "Misalnya saja saat pembahasan tentang APBD atau APBD perubahan mungkin saja bakal alot," ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Kuningan, Maksum Madrohim saat dikonfirmasi mengatakan, perubahan komposisi pemegang kursi di dewan untuk periode mendatang terjadi karena adanya penurunan dan penambahan kursi untuk masing-masing parpol.
"Ini biasa dalam demokrasi. Apa yang terjadi nanti, kita lihat saja bagaimana," katanya pendek.(j’ly)





