Pemerintahan
Lomba Tumpeng Warnai HUT Dharma Wanita
- Details
- Published on Wednesday, 27 November 2013 17:30
- Written by Admin
- Hits: 41006
Kuningan (KaTer) - Lomba tumpeng dan lomba senam massal mewarnai HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-14 yang dipusatkan di halaman pendopo setda Kabupaten Kuningan, Rabu (27/11/2013). Ratusan peserta yang berasal dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Kuningan sangat antusias mengikuti berbagai lomba, teriakan, guyonan serta canda tawa dari peserta sehingga kegiatan ini semakin meriah.
Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan yang juga Bupati Terpilih periode 2013-2018, Hj. Utje Ch Suganda, M.AP di sela pembukaan perlombaan mengatakan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dalam menjalankan berbagai kegiatan harus serasi dan memotivasi para suami agar mampu memberikan kinerja yang baik bagi pelayanan kepada masyarakat.
“Diusia yang ke-14 ini, DWP diharapkan dapat menjadi organisasi yang mandiri untuk terus berkiprah dan berjalan dengan penuh motivasi yang tinggi sehingga tujuan dari organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Kinerja organisasi kata Utje, dapat berjalan sesuai dengan tujuan organisasi sangat tergantung pada para pelakunya. Dengan adanya kegiatan perlombaan ini, diharapkan para pelaku organisasi memiliki jiwa yang sehat.
“Jiwa dan raga yang sehat akan banyak berkontribusi dalam berbagai hal terutama dalam mendukung pekerjaan serta aktivitas lainnya,” ujarnya.
Dalam menjalankan peran DWP sebagai organisasi kemasyarakatan yang bernaung di bawah pemerintah, diharapkan dapat berperan aktif untuk menyukseskan program kemasyarakatan bersama-sama dengan TP. PKK yang merupakan mitra kerja pemerintah dimana kedua instansi ini dapat bekerjasama, bergandeng tangan menuju masyarakat sejahtera.
“Kemandirian organisasi Dharma Wanita persatuan terlihat dalam visi organisasi, yakni bertekad untuk menjadi organisasi istri Pegawai Negeri Sipil yang kukuh, bersatu dan mandiri. Adapun misinya untuk mensejahterakan seluruh anggota melalui bidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya,” paparnya.
Sebagai istri dari aparatur sambung Utje, tentunya ibu-ibu juga harus memahami dan peka terhadap perubahan paradigma yang sedang berlangsung. Para aparatur (suami) dalam menerapkan langkah reformasi birokrasi harus didukung secara internal oleh keluarga yang harmonis agar dapat berkonsentrasi secara penuh dalam pelaksanaan tugas terkait. Disini, peranan istri harus menjaga keseimbangan antara aktivitas dalam pekerjaan dan organisasi.
“Peliharalah komunikasi yang baik dalam keluarga serta berikan dukungan dan motivasi terhadap pelaksanaan tugas suami. Sehingga segalanya akan berjalan seirama, lancar dan tanpa ada yang dikesampingkan,” ucapnya.
Diakhir perbincangan, Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan ini berharap agar semua anggota dimana pun berada, harus menjadi warga yang dapat diteladani dilingkungannya. “Dapat dicontoh oleh masyarakat, baik dalam membina keluarganya, peduli terhadap kehidupan didalam lingkungan masyarakat maupun organisasi,” pungkasnya.***







Comments
zynga group? There's a lot of people that I think would really enjoy your content.
Please let me know. Cheers
My weblog Hermelinda: http://gudangilmu.info/halkomentar-122-terima-kasih-gayus-2508.html
RSS feed for comments to this post