Pemerintahan
Tiap Tahun Lahan Sawah Kian Menyusut
- Details
- Published on Thursday, 26 February 2015 07:55
- Written by Agung Djonlianto
- Hits: 36827
Kuningan Terkini - Areal lahan pertanian khususnya persawahan milik para petani di Kabupaten Kuningan tiap tahun nampaknya semakin menyusut. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (Distanakan) Kuningan, Hj Triastami MSi, yang menyebut dalam kurun waktu 10 tahun, sekitar 800 hektare lahan pertanian sudah beralih fungsi.
“Kita cukup prihatin, karena dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini sudah sekitar 800 hektare lahan yang beralih fungsi. Karena itu, saat ini pemerintah daerah bersama DPRD Kuningan tengah menggodok dengan hati-hati soal Raperda LP2B sebagai upaya pengamanan lahan, agar tidak beralih fungsi semakin meluas,” ucap Kadistanakan Hj Triastami kepada KaTer saat ditemui di gedung dewan setempat, Rabu (25/2/2015).
Kedatangan pihak pemerintah daerah melalui Distanakan ke gedung DPRD Kuningan kata Triastami, sebagai langkah untuk memaparkan sejauh mana pentingnya Raperda tersebut agar segera disahkan menjadi Perda, sebagai payung hukum supaya bisa melindungi lahan-lahan pertanian dan pangan yang kian rawan saat ini.
“Raperda LP2B ini kan saat ini sedang dalam pembahasan Pansus I DPRD Kuningan. Disana ada hal-hal yang harus disiapkan, diperdalam dan lain-lain. Harapan kita, jelas Raperda ini diajukan dalam rangka pengamanan lahan dan pengamanan ketahanan pangan, agar orang itu lebih hati-hati dalam penggunanaan lahan,” bebernya.
Intinya kata Tri, dalam hal pengelolaan lahan tersebut memang sangat diperlukan regulasi yang mengatur soal pemanfaatan lahan pertanian. Namun, dirinya juga mengakui butuh waktu yang tidak sedikit dalam penetapan LP2B. Sebab, materi yang menjadi dasar penguatan dari isi Raperda sendiri agar jangan sampai nanti menjadi salah persepsi dan terjadi salah tafsir.
“Jadi, penetapan Raperda ini dibuat untuk menghindari terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian. Kalau ini terus dibiarkan secara berkelanjutan, dikhawatirkan lahan pertanian di Kuningan semakin habis,” pungkasnya.(AND)






