Pemerintahan
BPPT Pacu Tingkatkan PAD
- Details
- Published on Wednesday, 03 September 2014 18:05
- Written by Andry
- Hits: 37591
Kuningan Terkini - Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Kuningan tengah memantapkan diri untuk memacu meningkatkan pendapatan daerah sektor pembangunan menuju Kuningan Mandiri Agamis dan Sejahtera (MAS). Ada lima poin yang menjadi gebrakan BPPT dalam mendongkrak pendapatan daerah khususnya pelayanan perizinan bagi para investor.
Kepala BPPT Kuningan, Drs Sadudin MSi kepada KaTer, Selasa (3/9/2014), menuturkan, dalam mencapai visi misi menuju Kuningan MAS, BPPT melakukan beberapa langkah untuk turut serta membangun Kuningan. Seperti adanya peluang bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Kuningan dengan beberapa kriteria yang harus dipenuhi.
“Ada beberapa kriteria serta arah kebijakan yang sedang maupun yang akan dijalankan oleh BPPT mencakup 5 poin. Pertama, memberikan persyaratan yang ketat terutama keterkaitan dengan pendirian perusahaan yang memerlukan kajian teknis keharusan untuk membuat upaya pengelolaan lingkungan (UPL), upaya kelola lingkungan (UKL) dan analisa dampak lingkungan (AMDAL) serta penyediaan ruang terbuka hijau dan penyediaan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos),” jelasnya.
Selanjutnya kata Sadudin, memberikan peluang yang besar bagi perusahaan yang melakukan kegiatan industri agro yang menggunakan bahan agro, bersifat padat karya, bersahabat dengan lingkungan sehingga pemerintah mengupayakan pemberian subsidi pupuk dan benih pada perusahaan tersebut.
“Yang ketiga, memprioritaskan para investor untuk melakukan kegiatan penanaman modal dengan menggunaan lahan-lahan tidak produktif sebagaimana sesuai zonase pada rencana detail tata ruang daerah. Kemudian, investor yang melakukan hal tersebut akan diberikan kemudahan-kemudahan dalam mengurus perizinan usahanya,” ungkapnya.
Setelah itu lanjut Sadudin, melakukan monitoring dan evalusi secara terpadu untuk mengawasi dan mengendalikan ketaatan dan kepatuhan para pengelola usaha, dalam menjalankan pertimbangan teknis dan rekomendasi yang disyaratkan, ketika awal pendirian perusahaan.
“Beberapa hal yang sangat ditekankan dan menjadi fokus utama dari model ini adalah, keterkaitan dengan penyediaan ruang terbuka hijau, pengelolaan tata kelola lingkungan perusahaan, penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial serta pelaksanaan corporate social responsibility (CSR),” paparnya.
Untuk itu kata Sadudin, BPPT bersama SKPD terkait akan merumuskan kebijakan pemberian insentif investasi dalam bentuk Peraturan Bupati bagi perusahaan yang akan berinvestasi disektor agrobisnis, perkebunan, dan kehutanan, serta perusahaan yang mengelola tata kelola lingkungan dengan baik, pemberian disinsentif investasi bagi perusahaan yang mengabaikan tata kelola lingkungan.
“Apabila dari kelima item tersebut dilaksanakan dengan baik, kemungkinan besar investasi di Kabupaten Kuningan akan berjalan dengan baik. Alhamdulillah tahun ini, terhitung sampai bulan Agustus, nilai investasi di Kuningan sudah melampaui target 126 persen. Nilainya mencapai Rp 381.467 milyar baik investasi permodalan, tanah, bangunan serta hal terkait yang ditanamkan pemodal,” pungkasnya.(AND)






