Pemerintahan
Komisi C Nilai Pasar Baru Kurang Ventilasi
- Details
- Published on Friday, 23 May 2014 10:46
- Written by Andry
- Hits: 40195
Kuningan (KaTer) - Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Komisi C terus mengawal pembangunan Pasar Baru yang saat ini memasuki tahap finishing. Dalam inspeksi lapangan itu, Komisi C DPRD Kuningan yang langsung dikomandani Nuzul Rachdy beserta anggota Komisi C lainnya secara langsung melihat tahapan pembangunan pasar baru, Kamis (22/5/2014).
“Kunjungan kali kedua ini merupakan pengawasan langsung dalam agenda memonitor pembangunan pasar baru tradisional dengan bangunan dan penataan modern. Hal itu untuk menghindari dan memberikan saran serta masukan terhadap pengembang, terutama mengenai kualitas bangunan itu sendiri,” kata Ketua Komisi C yang akrab disapa Zul saat ditemui KaTer di lokasi sidak Pasar Baru.
Dalam kunjungannya ini kata Zul, Ia bersama sejumlah anggota komisi C lainnya melakukan penyisiran, baik di dalam maupun di lingkungan pembangunan pasar. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap kualitas bangunan secara manual. “Saya mengapreasiasi terhadap pengembang. Apalagi melihat dari layout dan penataan lingkungan pasar yang terlihat sangat bagus,” katanya.
Selain memperhatikan aspek tersebut sambung Zul, seharusnya pihak pengembang juga memperhatikan keberadaan ventilasi dan sirkulasi udara. Ini untuk memberikan kenyamanan dalam aktivitas jual beli yang dilakukan para pedagang dengan pengunjung (pembeli,red).
“Coba bayangkan kalau sudah ada pedagang dan pembeli, jumlahnya nanti bakal ribuan orang loh. Segini saja sudah terasa panas, jadi nanti harus diperhatikan masalah ventilasi udaranya,” pinta Zul yang didampingi Kabid Pasar Disperindag Kuningan, Ocin dengan pihak pengembang yakni Direktur PT ASP Land Development, H Cecep Hendi.
Masih terkait penambahan ventilasi udara masih kata Zul, diharapkan dalam pemasangannya harus diperhitungkan jarak permeternya. Hal itu dimaksudkan untuk membuat nyaman para pembeli dan pedagang, karena salah satu didirikan pasar modern untuk membuat pembeli nyaman.
“Namun, secara keseluruhan kita sekarang bangga dengan pasar baru yang tadinya tradisional, kumuh, becek dan kurang layak, sekarang jadi pasar modern. Bahkan, saya perkirakan pasar ini akan menjadi yang terbaik dan terbesar di wilayah III Cirebon,” ucap Zul dengan nada bangga.
Sementara Kabid Pasar Disperindag Kuningan, Ocin memberikan apresiasi terhadap komisi C yang telah melakukan fungsi kontrolnya. Dari pihak pemerintah diperkirakan apabila melihat jadwal, bangunan akan selesai pada 2 bulan mendatang. “Sebelum puasa ini sudah bisa digunakan. Untuk jumlah kios dan loss sendiri ada 891. Maka akan ramai,” tandasnya dengan nada optimis.
Saat dikonfirmasi kepada pihak pengembang, terkait masalah ventilasi yang dikritisi dewan, Cecep Hendy sebagai pelaksana pembangunan berjanji akan memperhatikan hal tersebut. “Kami bakal mengikuti petunjuk dan masukan yang diberikan oleh pihak terkait menyangkut perbaikan dan pembenahan bangunan pasar sesuai dengan standar yang disepakati,” kanjinya.(AND)






