Fri17042026

Last updateWIB3_FriPMWIBE_April+0700RAprPMWIB_0PMthWIB1776402730+07:00FriPMWIBE

Pemerintahan

Parpol Pendukung Cevron, Tidak Pro Rakyat

Audiensi Gempur dengan jajaran DPRD dan pihak eksekutif.

Kuningan (KaTer) - Sejumlah warga lereng Gunung Ciremai yang beberapa waktu lalu melakukan aksi unjuk rasa, mengancam tidak akan memilih partai politik yang mendukung Eksploitasi Panas Bumi di Gunung Ciremai. Pasalnya, sejumlah warga yang tergabung dalam Gerakan Massa dan Pejuang Untuk Rakyat (Gempur) Kuningan merasa kecewa dengan sikap partai yang tidak mau menolak rencana proyek Geothermal oleh PT Chevron di Kuningan.

Salah seorang Korlap Gempur, Okki Satrio kepada KaTer, Senin (31/3/2014) menegaskan, apabila fraksi partai yang ada di DPRD Kuningan tidak ikut mendukung menolak Chevron, masyarakat Lereng Gunung Ciremai akan menolak melakukan pencoblosan pada partai pendukung Chevron.

“Partai yang mendukung Chevron berarti tidak pro rakyat. Apabila tidak pro rakyat maka di dapil masing-masing warga lereng Ciremai tidak akan dipilih. Kita bakal melakukan kontrak politik pada partai yang berani secara tegas menolak proyek Geothermal,” tandasnya.

Dia meminta sikap partai-partai politik yang berani menolak mengeluarkan sikap partainya di setiap fraksi. Kontrak lima tahun kedepan dengan para Caleg merupakan momentum pemilu dan tidak akan melakukan Golput. Ini demi menegakan kedaulatan rakyat.

“Karena yang kita lawan Chevron. Musuh pribumi yang harus ditolak untuk masuk ke wilayah Kuningan,” ujarnya.

Seperti yang telah dilangsir sebelumnya, bahwa ada sejumlah partai secara tegas menolak Eksplotasi Ciremai yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Kedua partai ini telah bersedia menandatangani perjanjian menolak Chevron di Kuningan. Sementara untuk partai Gerindra, Golkar dan PKS baru menolak secara lisan di hadapan para demonstran.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing