Pemerintahan
Paskibraka Diuji Wawasan Kebangsaan
- Details
- Published on Sunday, 16 March 2014 21:57
- Written by Andry
- Hits: 105397
Kuningan (KaTer) - Salah satu tim seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kuningan, Abdul Muhyi, MAg saat melakukan tes seleksi menegaskan, peserta calon Paskibraka harus benar-benar memahami tentang wawasan kebangsaan. Sebagai seorang calon Paskibraka, tentunya harus menguasai betul hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan kebangsaan.
“Karena, selain kuat secara fisik sehat jasmani, Paskibraka juga harus menguasai wawasan tentang Bangsa dan Negara sebagai landasan pengetahuan yang wajib dimiliki,” kata Bendum DPD KNPI, Abdul Muhyi, MAg di sela-sela kesibukan sebagai tim seleksi Paskibraka 2014, Minggu (16/3/2014).
Menurutnya, dalam materi wawasan kebangsaan yang diberikan, merupakan tolak ukur dimana calon Paskibraka bisa paham betul hal-hal yang berkaitan tentang 4 Pilar Kebangsaan, pengetahuan ketatanegaraan, politik dan lainnya. Calon Paskibraka yang dikirimkan, adalah kader terbaik dari masing-masing sekolah.
“Tentunya sebelum mengikuti seleksi, mereka sudah dipersiapkan matang-matang baik segi pengetahuan, mental, maupun secara fisik,” ujarnya.
Dari serangkaian pertanyaan yang diberikan kepada calon Paskibraka sambung Muhyi, sebagian besar dari para peserta belum terlalu memahami tentang wawasan kebangsaan. Ini menjadi evaluasi bagi seluruh sekolah dan pihak terkait yang ada di Kuningan, supaya lebih meningkatkan pembelajaran dan pemahaman tentang wawasan kebangsaan, terutama terkait tentang pengetahuan budaya lokal di Kuningan.
Lebih jauh, Bendum DPD KNPI Kuningan menuturkan, bagi seluruh peserta yang mengikuti seleksi calon paskibraka, masih banyak hal yang perlu dibenahi. Hal itu karena, banyak dari para peserta yang belum terlalu mengetahui tentang lingkungan mereka sendiri.
“Sebagai contoh tentang pengetahuan politik, ketika ditanya terkait tentang pelaksanaan pemilu tahun ini banyak yang belum hafal. Saya kira, dalam hal ini yaitu KPU Kuningan, harus senantiasa memberikan pengetahuan politik secara massif kepada generasi muda khususnya para pelajar,” katanya.
Hal itu kata Muhyi, menjadi penting, sebab pendidikan politik bukan hanya untuk masyarakat yang sudah memiliki hak pilih. Tetapi, bagi generasi pelajar merupakan sebuah proses pengetahuan politik yang harus bisa dipahami. Seleksi Calon Paskibraka juga dinilai dari beberapa aspek, terutama dari bagaimana cara mereka menjawab, cara berpikir, kemudian tentang sikap.
“Terakhir yaitu bagaimana mereka bisa menguasai ketiga bahasa, baik bahasa daerah yakni sunda kemudian bahasa nasional dan bahasa asing yaitu bahasa inggris,” pungkasnya.(AND)






