Sat02052026

Last updateWIB3_TueAMWIBE_April+0700RAprAMWIB_0AMthWIB1777346359+07:00TueAMWIBE

Parlementaria

Organisasi Cipayung Demo di Tiga Lokasi

Kuningan Terkini - Momentum Hari Anti Korupsi Dunia, dimanfaatkan puluhan aktivis mahasiswa dari tiga organisasi ekstra kampus yang tergabung dalam kelompok Cipayung Kuningan dengan melakukan demonstrasi.

Mereka terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasioanalis Indonesia (GMNI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Demonstrasi dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni DPRD Kuningan, Pendopo Pemkab Kuningan, dan terakhir di kantor Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) Kuningan, Kamis (10/12/2015).

Dalam orasinya, para mahasiswa meminta agar praktek-praktek korupsi di Kabupaten Kuningan ditindak tegas. Dengan spanduk yang dibentangkan para mahasiswa bertuliskan Cipayung Kuningan Bersatu Lawan Koruptor, mereka mendesak kepada pihak eksekutif, legislatif dan kejari bersama-sama untuk melawan korupsi.

“Mari kita awasi kasus korupsi di Kuningan. Kita turun kejalan atas nama rakyat, aspirasi rakyat, untuk membongkar praktek-praktek curang, praktek-praktek korupsi yang terjadi baik di eksekutif maupun di legislatif,” koar salah seorang orator aksi, Rasdi saat berdemo di depan gedung rakyat setempat.

Tak berselang lama, mahasiswa yang sebelumnya melakukan orasi di depan gedung rakyat akhirnya diterima langsung pimpinan DPRD Kuningan untuk beraudensi yaitu Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman SSos didampingi wakil ketua, Toto Suharto dan Uci Suryana serta Sekretaris DPRD, H Suraja.

Mahasiswa mempersoalkan kegiatan reses yang sudah dilakukan anggota DPRD pada Tahun 2014 lalu. Mereka menduga, ada beberapa kejanggalan yang terjadi dalam pelaksanaan reses wakil rakyat, khususnya anggaran yang dipergunakan dengan laporan pertanggungjawabkan.

“Saya minta untuk dijelaskan berapa anggaran reses yang dipergunakan anggota dewan. Bagaimana rencana dan realisasi anggaran reses pada Tahun 2014 yang dilaksanakan. Apakah dalam pelaksanaan reses pada Tahun 2014 ada yang bermasalah,” tanya salah seorang massa aksi, Tomi saat beraudensi dengan anggota DPRD Kuningan.

Sementara Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman SSos menjelaskan bahwa, saat beraudensi dengan para mahasiswa yang mempersoalkan terkait reses Tahun 2014, pihak DPRD langsung memperlihatkan buku APBD kepada perwakilan demonstran.

“Saya perlihatkan buku APBD nya, item-item mana saja yang dibiayai oleh reses. Saya perlihatkan kepada mereka, lalu kalau ada kesalahan siap diproses atau tidak, ya kita tidak bicara siap atau tidak, itu kan bukan dewan yang memvonis, tapi para penegak hukum yang menentukan putusan,” ungkapnya.

Dikatakan, reses itu merupakan kegiatan dewan. Wakil rakyat diberi ruang cuti yang diberikan kesempatan kepada anggota DPRD untuk bertemu dengan para konsituen.

“Dalam kegiatan reses itu, anggota DPRD diberi anggaran sesuai dengan ketentuan serta beberapa item-item tertentu yang harus dijalankan,” terangnya. (AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing