Parlementaria
Dewan respon Pengadaan Pasar Hewan
- Details
- Published on Tuesday, 01 December 2015 20:14
- Written by Andry
- Hits: 24057
Kuningan Terkini - Pasca para pedagang kambing beraudensi dengan anggota DPRD Kuningan terkait desakan pengadaan lahan pasar hewan kepada pemerintah daerah, akhirnya direspon positif dari para wakil rakyat, tidak terkecuali Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman. Menurutnya, pasar hewan itu menjadi kebutuhan yang penitng dan mendesak bagi para pedagang hewan khususnya kambing.
“Pasar hewan itu kan tempat transaksi. Daya beli akan terbangun dengan adanya pasar tersebut. Jadi, peningkatan daya beli itu jangan terkesan hanya jargon belaka. Sedangkan pasar hewan saja belum ada,” ucap Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman kepada awak media ketika ditemui di lobi gedung rakyat setempat, Selasa (1/12/2015).
Pengadaan pasar hewan itu kata Rana, memang sudah disampaikan ke TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) untuk segera merancangnya. Negosiasi dengan pihak pemerintah kelurahan yang hendak dijadikan lokasi pasar hewan harus segera dimulai.
“Pada 2017 nanti, pasar hewan permanen harus sudah berdiri. Untuk biaya kontrak pasar sementara, kita sudah menganggarkan baik 2015 maupun 2016,” sebutnya.
Hal serupa disampaikan anggota Komisi II DPRD, H Karyani. Bahkan menurutnya, saat ini Kuningan belum mempunyai pasar hewan. Kalaupun ada di Kelurahan Awirarangan, baru sebatas pasar domba. Itu pun masih berstatus kontrak sehingga para pedagang domba harus selalu memperpanjang sewa.
“Sudah saatnya Kuningan punya pasar hewan yang representatif. Jadi nanti bukan Cuma domba saja yang dipasarkan, melainkan semua jenis hewan, seperti sapi, ayam dan lainnya,” tandasnya.
Apabila area khusus tempat jual beli hewan itu sudah ada, Jikar sapaan akrabnya memastikan geliat ekonomi masyarakat Kuningan meningkat. Selama ini, pihaknya berkeyakinan begitu banyak peternak aneka jenis hewan. Namun untuk menjualnya kepada konsumen, mereka tidak tempat khusus.
“Untuk pasar domba di Awirarangan juga kesannya kan nomaden. Nah, kedepan tidak perlu lagi seperti itu. Kuningan harus punya pasar hewan sendiri. Dan yang dipasarkan itu, semua jenis hewan,” terangnya.
Dikatakan, pendirian pasar hewan itu sudah masuk kepada kebutuhan primer. Hal ini sangat dibutuhkan masyarakat peternak atau pedagang supaya mereka tidak lagi berjualan hewannya secara tercecer.
“Paling tidak, terdapat satu pasar hewan yang bisa mencakup seluruh Kabupaten Kuningan. Untuk itu, dibutuhkan areal yang luas. Lokasinya pun harus strategis, yang dapat menarik minat pembeli untuk berkunjung. Bukan saja konsumen dari Kuningan, tapi juga konsumen dari luar,” pungkasnya.(AND)







Comments
my homepage :: obat foredi gel: http://goo.gl/UoRjYc
RSS feed for comments to this post