Parlementaria
Jelang Pilkades, Dewan Gencar Sosialisasi
- Details
- Published on Wednesday, 16 September 2015 23:55
- Written by Andry
- Hits: 28572
Kuningan Terkini - Menjelang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada bulan november depan, para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Kuningan khususnya Komisi I tengah disibukan dengan sosialisasi soal Pilkades serentak. Sosialisasi dilakukan agar pelaksanaan Pilkades bisa berjalan sukses dan lancar.
“Saat ini, kami dari Komisi I sedang gencar sosialisasi dan meninjau ke seluruh Kabupaten Kuningan terkait kesiapan penyelenggaraan Pilkades serentak di setiap desa. Bahkan, dari APBD itu baru bisa mengcover Rp 15 Juta untuk dana pelaksanaan Pilkades,” ucap Sekretaris Komisi I DPRD Kuningan, Rudi O’ang Ramdhani kepada awak media, Rabu (16/9/2015), ketika ditemui di gedung dewan setempat.
Menurutnya, jika terdapat kekurangan dari dana pelaksanaan Pilkades, diharapkan setiap desa itu bisa diantisipasi dari Perubahan APBDes. Misalnya, jika saat ini biaya yang diakomodir oleh APBDes itu sekitar Rp 20 Juta dan dari Pemda hanya Rp 15 Juta, sedangkan perkiraan biaya pelaksanaan menghabiskan anggaran hingga Rp 50 Juta, untuk mengantisipasi kekurangan maka diharapkan ada perubahan dari RAPBDes. “Terkait regulasi juga harus benar-benar dipahami. Sebab, jangankan masyarakat umum, calon yang bakal maju dalam Pilkades sendiri kadang banyak yang tidak tahu. Hal seperti itu kita juga sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Saat sosialisasi kata Rudi, pihaknya juga mengecek kesiapan panitia pelaksana di setiap kecamatan yang merupakan bagian dari panitia kabupaten. Sebab, tugas Kecamatan memantau setiap pelaksanaan Pilkades yang digelar di setiap desanya masing-masing.
“Kita sudah mendatangi pertama itu di Dapil 5 diantaranya Kecamatan Subang, Cilebak dan Selajambe yang terdapat 21 desa. Kemudian juga kita ke Kecamatan Ciniru dan Hantara untuk mengumpulkan perwakilan dari setiap desa, dan kemarin terakhir di Kecamatan Ciawigebang,” sebutnya.
Pihaknya juga bersyukur bahwa, para camat sudah pro aktif untuk terus memantau persiapan pelaksanaan di setiap desa yang bakal menggelar Pilkades.
“Tinggal mungkin kesiapannya dari sisi calon yang bakal maju di ajang Pilkades. Sebab, syaratnya minimal dua, sedangkan di salah satu desa masih ada yang calonnya hanya satu. Calon tunggal itu tidak boleh dan akan diulang pada Pilkades Tahun 2017,” pungkasnya.(AND)




