Sat02052026

Last updateWIB3_TueAMWIBE_April+0700RAprAMWIB_0AMthWIB1777346359+07:00TueAMWIBE

Parlementaria

PAD Tahun 2014 Capai 1,90 Triliun

Rapat paripurna LKPJ tahun 2014.

Kuningan Terkini - Bupati Kabupaten Kuningan Hj Utje Ch Suganda, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun anggaran 2014 di hadapan DPRD setempat, Senin (30/3/2015). Bupati Utje dalam pidatonya menjelaskan, realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2014 sebesar Rp 1,90 Triliun Rupiah atau 101,63 persen. Dari pendapatan daerah setelah perubahan yang dianggarkan sebesar 1,87 Triliun Rupiah.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari jumlah yang dianggarkan sebesar Rp 185,71 Milyar Rupiah berhasil direalisasikan sebesar Rp 202,84 Milyar Rupiah atau mencapai 109,22 persen. Sedangkan dana perimbangan dari yang dianggarkan sebesar Rp 1,25 Triliun Rupiah berhasil direalisasikan sebesar Rp 1,27 Triliun Rupiah atau mencapai 101,14 persen,” sebutnya.

Sementara untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah lanjut Bupati, ditargetkan dari yang dianggarkan sebesar Rp 426,20 Milyar Rupiah berhasil direalisasikan sebesar Rp 425,16 Milyar Rupiah atau mencapai 99,76 persen.

“Perhitungan anggaran belanja daerah, realisasi belanja daerah sebesar Rp 1,80 Trililun Rupiah atau mencapai 93,54 persen dari belanja setelah perubahan yang dianggarkan sebesar Rp 1,93 Triliun Rupiah dengan rincian seperti belanja pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial dan lainnya,” terangnya.

Dikatakan, untuk alokasi belanja tidak langsung ditargetkan sebesar Rp 1,27 Triliun Rupiah berhasil direalisasikan sebesar Rp 1,20 Triliun Rupiah atau mencapai 94,67 persen. Belanja tidak langsung meliputi belanja pegawai dengan target 1,19 Triliun Rupiah berhasil direalisasikan sebesar 1,13 Triliun Rupiah atau mencapai 95,33 persen.

“Untuk belanja hibah targetnya Rp 14,47 Milyar Rupiah dapat direalisasikan sebesar 14,43 Milyar atau mencapai 94,46 persen. Pada belanja bantuan sosial terealisasi sebesar Rp 5,96 Milyar Rupiah atau 94,46 persen dari yang ditargetkan Rp 6,31 Milyar Rupiah. Kemudian belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa ditargetkan Rp 2,10 Milyar dapat terealisasi sebesar Rp 2,07 Milyar atau mencapai Rp 98,62 persen,” paparnya.

Selanjutnya masih kata Bupati, belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa ditargetkan Rp 47,07 Milyar dapat direalisasi sebesar Rp 46,97 Milyar atau mencapai 99,78 persen. Belanja tidak terduga ditargetkan sebesar Rp 12,57 Milyar dapat terealisasi sebesar Rp 867 Juta atau mencapai 6,90 persen.

“Adapun belanja langsung ditargetkan sebesar Rp 660,20 Milyar dapat direalisasi sebesar Rp 63,27 Milyar atau 91,38 persen, yang meliputi belanja pegawai dengan target sebesar Rp 89,57 Milyar dapat terealisasi Rp 91,92 Milyar atau mencapai 102,63 persen. Belanja barang dan jasa dengan target sebesar Rp 327,62 Milyar dapat terealisasi sebesar Rp 295,74 Milyar atau 90,27 persen dan belanja modal mencapai Rp 215 Milyar atau 88,72 persen dari yang dianggarkan sebesar 243,01 Milyar,” jelasnya.

Mengenai pembiayaan daerah kata Bupati, untuk penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp 68,91 Milyar dengan realisasi sebesar Rp 68,92 Milyar atau mencapai 100,03 persen. Untuk pengeluaraan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp 6,33 Milyar direalisasikan sebesar Rp 6,23 Milyar atau mencapai 98,42 persen.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing