Tue21042026

Last updateWIB3_FriPMWIBE_April+0700RAprPMWIB_0PMthWIB1776402730+07:00FriPMWIBE

Kesehatan

STIKKU Kaji Materi Raperda AIDS

Ketua STIKKu, Asep Sufyan Ramadhy saat memberikan pandangannya terkait raperda HIV AIDS.

Kuningan Terkini - Salah satu usulan Raperda dari pemerintah daerah, yakni Raperda tentang Penanggulangan HIV AIDS menjadi sorotan serius kalangan akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKu). STIKKu menawarkan sebanyak 8 poin penting sebagai masukan pada Raperda terkait HIV AIDS yang tengah dibahas para wakil rakyat.

“Ada 8 pandangan dari kami, terkait rancangan soal HIV AIDS dalam Raperda yang tengah dibahas oleh anggota DPRD Kuningan. Seperti misalnya terkait penekanan promotif-preventif ini harus menjadi bagian struktur dari Perda ini, yang diwadahi lebih besar. Namun tentunya, konsekuensi kedepan akan membutuhkan budgeting (anggaran) yang lebih besar,” ucap Ketua STIKKu, Asep Sufyan Ramadhy kepada KaTer usai bertemu dengan para wakil rakyat di gedung DPRD setempat, Selasa (16/6/2015).

Jika melihat anggaran yang ada di Kabupaten Kuningan di bidang kesehatan kata Asep, Ia menilai belum cukup mewakili jika Raperda ini diperdakan. Sebab, jika Raperda ini disahkan maka barang tentu akan mengharuskan pemerintah daerah untuk menyiapkan anggaran untuk promotif-preventif.

“Pola penyebaran HIV AIDS di Kuningan jia dibandingkan dengan pola-pola lainnya, ini memang memiliki keunikan. Datanya memang masih trend kecenderungan, pola saat ini menular dari suami kepada ibu rumah tangga yang tidak berdosa,” katanya.

Hal tersebut lanjut Asep, menunjukan bahwa Kuningan memiliki kekhasan dalam pola-pola pencegahannya. Sehingga, hal itu perlu ditindaklanjuti ke daerah-daerah yang suaminya bekerja di luar kota. Ini perlu ada survey khusus yang kira-kira dikembangkan di Kuningan dan tidak ada di tempat lain.

“Adapun draft Raperda yang tengah dibahas saat ini juga ada banyak materi tentang VCT atau istilahnya di Perda itu Konseling, Sukarela, dan Test (KST),” tukasnya.

Dikatakan, dalam materi itu ada sebuah keunikan yang bisa diintegrasikan dengan program saat ini. Seperti misalnya bahwa para calon pengantin berkoordinasi dengan puskesmas untuk melakukan tes pemeriksaan kehamilan.

“Adaikan jika ada kebijakan calon pengantin juga dimotivasi untuk tes VCT, maka ini menjadi sebuah kesatuan pelayanan. Sebab, ketika calon pengantin ke puskesmas itu akan sekaligus melakukan tes VCT,” ujarnya.

Hal itu menjadi penting, karena pihaknya menilai bahwa hasil dari tes VCT yang dilakukan setiap puskesmas kepada para calon pengantin akan menjadi data awal surveylans tentang HIV AIDS di kalangan para calon pengantin.(AND)

Comments   

 
0 #1 www.bajupestaku.com 2016-10-06 01:42
Spot on with this write-up, I really believe this website needs much more attention. I'll probably be back again to read
more, thanks for the information!
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh


Fishing