Tue21042026

Last updateWIB3_FriPMWIBE_April+0700RAprPMWIB_0PMthWIB1776402730+07:00FriPMWIBE

Kesehatan

Pusat Studi Kespro & HIV/AIDS Dilaunching

Pusat Studi Kesehatan Reproduksi-HIV/AIDS dan Pusat Kajian Epidemiologi dan Pengendalian Masalah Kesehatan

Kuningan Terkini - Sebagai implementasi dari visi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKU) sebagai Pusat Pengembangan Inovasi Pendidikan Tinggi Kesehatan di Indonesia, STIKKU melakukan launching Pusat Studi Kesehatan Reproduksi-HIV/AIDS dan Pusat Kajian Epidemiologi dan Pengendalian Masalah Kesehatan dikampus setempat, Selasa (16/6/2015).

Hadir pula dalam acara launching tersebut perwakilan dari Dinas Kesehatan dan dari Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Kuningan.

Ketua STIKKU Asep Sufyan Ramadhy SKed mengatakan, langkah optimalisasi Lembaga Penelitian yang ada saat ini, STIKKU membentuk 2 pusat studi sebagai lembaga riset yang lebih spesialistis dalam bentu Pusat Studi. Pusat Studi yang dibentuk adalah Pusat Studi Kesehatan Reproduksi dan HIV/AIDS serta Pusat Studi Epidemiologi dan Pengendalian Masalah Kesehatan.

“Sebenarnya masih ada 2 Pusat Studi lagi yakni Pusat Studi Keselamatan Pasien dan Pusat Studi Pengendalian Tembakau dan Sanitasi. Namun karena kedua pusat studi ini belum siap, jadi belum bisa di-launching bersamaan,” ujarnya kepada Kuningan Terkini.

Menurut Asep, Pusat Studi ini harus dikembangkan sebagai pusat riset kebijakan yang bisa digunakan oleh stakeholders pembangunan kesehatan di Kuningan dan Jawa Barat. Untuk pengambilan keputusan dan pengembangan berbagai intervensi program kesehatan masyarakat.

“Pusat Studi juga akan menjadi lembaga kajian interdisipliner dan multidisipliner. Sehingga diharapkan setiap masalah kesehatan yang muncul dapat dikupas tuntas dari berbagai perspektif. Bukan hanya ilmu kesehatan tapi juga sosiologi, antropologi, psikologi sosial, politik, dan lain sebagainya. Setiap Pusat Studi memiliki tim riset sendiri sesuai dengan bidang spesialisasinya masing-masing,” bebernya.

Pihaknya juga merasa bangga atas respon positif dari berbagai instansi. Bahkan perwakilan dari Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kuningan sangat apresiatif terhadap upaya STIKKU mendirikan Pusat Studi.

“Bagaimana pun juga, intansi kesehatan perlu mitra strategis untuk pengembangan program-program sesuai dengan fakta di lapangan. Dalam waktu dekat, Pusat Studi ini akan melakukan advokasi kepada Dinas Kesehatan, BKBPP Kabupaten Kuningan, dan Bapeda Kuningan untuk menindaklanjuti hasil-hasil riset dosen dan mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, dalam launching tersebut juga dilangsungkan presentasi poster sebagai bagian dari upaya diseminasi dan sosialisasi hasil-hasil riset dosen dan mahasiswa STIKKU selama ini dalam bidang kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS.

Ada sekitar 20 poster penelitian yang mendeskripsikan beberapa kondisi lapangan di Kabupaten Kuningan, Indramayu, dan Cirebon tentang situasi kesehatan reproduksi, khususnya kesehatan reproduksi remaja. (DHE)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing