Hukum
Lecehkan Bahasa Sunda, Yusup Minta Arteria Dahlan Minta Maaf
- Details
- Published on Thursday, 20 January 2022 14:49
- Written by Admin
- Hits: 27252
Kuningan Terkini - Indonesia sebagai negara kepulauan hari ini telah tercatat mempunyai 17.000 pulau yg telah terdaftar di UNESCO, memakai 718 bahasa dan terdiri dari 1340 suku. Demikian disampaikan Ketua DPD KNPI Kuningan, Yusup Dandi Asih, menyikapi anggota DPR RI, Arteria Dahlan yang melecehknan bahasa Sunda, Kamis (20/01/2022).
Keberagaman suku, bahasa dan agama, kata Yusup, adalah salah satu yang membuat Indonesia menjadi kuat dan hebat di mata dunia. Itu pun skaligus menjadi titik lemah apabila primordialisme dan chauvimismenya mulai kembali di munculkan serta mendominasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita ingat, tidak ada satu suku bangsa pun yang tidak mempunyai pepatah untuk saling menghargai satu sama lain. Oleh karena itu, saya menyayangkan ketika ada salah satu public figur yang secara ambiguitas harfiah pernyataanya berhasil menyakiti salah satu suku dan bahasa,” katanya.
Dikatakan, Arteria Dahlan sebagai salah satu anggota DPR RI yang ditugaskan di komisi 3 seharusnya lebih bijak menggunakan diksi dan prosa dalam menyampaikan kritikannya. Pernyataan yang dia lontarkan berhasil membuat kegaduhan yang saya rasa tidak perlu terjdi ditengah bangsa yang sedang dilanda kesedihan akibat pandemi.
“Seyogyanya, kita lebih mengedepankan persatuan untuk bisa bangkit dari krisis yang sedang kita hadapi. Rasa saling menghargai dan permohonan maaf, saya kira tidak akan mengurangi kehomatan Arteria Dahlan, apalagi sampai mengurangi gaji dan tunjangan yang dia dapatkan,” terangnya.
Oleh karena itu tegas Yusup, Ia menuntut Arteria Dahlan untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada i suku sunda khususnya dan kepada bangsa ini, karena pernyataanya dianggap bisa menjadi salah satu pemicu retaknya kebhinekaan yang sudah tersulam indah dalam bingkai NKRI.
“Mari dewasa dalam bertindak dan berbahasa, kekayaan bangsa ini sejatinya adalah kearifan berbudaya, berfikir dan berprilaku,” pungkasnya.(j’ly)






