• Parlementaria
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Home
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Tue04082026

Last updateWIB3_ThuPMWIBE_July+0700RJulPMWIB_0PMthWIB1785400486+07:00ThuPMWIBE

Hukum

Warga Cijoho Ditemukan Tewas Mengambang

salah seorang warga saaty menunjukan lokasi tewasnua korban yang mengambang,

Kuningan (KaTer) - Nasib malang menimpa Elbo Satalba (75), warga Lingkungan Dago RT.03 RW.04 Kelurahan Cijoho Kuningan, Jumat (28/02/2014). Kakek duda beranak empat ini ditemukan tewas di kolam ikan milik salah seorang warga Lingkungan Dago RT.03 RW.04 Kelurahan Cijoho Kuningan, H Husen.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, korban tewas pertama kali ditemukan Ewo Tarwa, warga Lingkungan Aton RT.05 RW.05 Cijoho saat sedang memberikan pakan ikan dikolam miliknya. Korban yang diketahui bernama Ebo Satalba tewas mengambang di kolam yang tak jauh dari lokasi kolam ikan milik Ewo.

Di tempat kejadian, Ewo menuturkan, saat itu sekira pukul 10.00 WIB pagi, seperti biasa Ia pergi ke kolam untuk memberikan pakan pada ikan-ikan peliharaannya. Namun, betapa terkejutnya saat melihat kearah selatan, nampak sebuah benda ukuran besar mirip sesosok mayat manusia yang mengambang di kolam tetangga.

“Setelah didekati dan memastikan bahwa benda besar itu adalah sesosok mayat manusia, saya langsung spontan berteriak minta pertolongan kepada warga setempat. Akhirnya, setelah warga berdatangan, mayat tersebut diangkat untuk mengetahui identitasnya,” katanya.

Saat itu kata Ewo, posisi korban badan n dalam keadaan tertelungkup. Sepertinya korban jatuh karena terpeleset saat tengah membawa sabut kelapa. “Hal itu tampak terlihat ketika di sekitar korban banyak ditemukan sabut kelapa berceceran,” terangnya.

Sementara, Ketua RT.03 RW.04 Lingkungan dago Cijoho Kuningan, Emod membenarkan tentang identitas korban. Elbo Satalba merupakan kakek dengan status duda yang sudah mempunyai empat orang anak.

“Sampai saat ini, korban memang tinggal bersama anak yang paling bungsu. Dari informasi keluarga korban, memang almarhum menderita penyakit rematik.,” ujarnya.

Sementara, setelah mendapat laporan dari warga, petugas kepolisian dari tim identifikasi Polres Kuningan dengan sigap menuju tempat kejadian guna melakukan proses identifikasi. Hasil identifikasi yang diketuai Dokter Roby dari Dokter Polres Kuningan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Saat itu juga, mayat korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga korban untuk dimakamkan di tanah yang tak jauh dari tempat tinggal korban.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing