• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Wed26082026

Last updateWIB3_MonAMWIBE_August+0700RAugAMWIB_0AMthWIB1787538147+07:00MonAMWIBE

Ekonomi

Fero-Lanas, Antisapasi Hama Ubi Jalar

Kadis Perttanian, Ir Bunbun Budhiasa saat mensosialisasikan tekhnilogi fero lanas.

Kuningan Terkini - Balai Besar Pertanian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetika Kementerian Pertanian RI mensosialisasikan teknologi “Fero-Lanas” kepada petani ubi jalar Desa Sindang Barang, Kecamatan Jalaksana di Saung Tani Sindang Barang, Senin (29/9/2014).

Kegiatan yang dilaksanakan untuk ke dua kalinya ini, dihadiri oleh perwakilan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pertanian RI, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP3) Bunbun Budiyasa, Kepala Desa Sindangbarang dan sejumlah undangan lainnya.

Kepala DP3 Bunbun Budiasa mengatakan, sebagai daerah penghasil ubi jalar terbesar di Jawa Barat, hama Boleng atau Lanas, merupakan hama yang sangat mengganggu dan merugikan pada ubi jalar. Ubi jalar yang terserang hama boleng atau lanas akan terasa pahit, sehingga kualitas ubi akan turun yang mengakibatkan kerugian bagi para petani.

Untuk mengendalikan hama boleng atau lanas tersebut, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetika Kementrian Pertanian RI, telah menciptakan sebuah teknologi budidaya pengendali hama boleng yang diberi nama Fero-Lanas. Hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadapa petani ubi jalar.

“Pemanfaatan teknologi budidaya Fero-Lanas semata-mata bukan hanya untuk mengatasi hama boleng saja, melainkan lebih dari itu untuk menyelematkan produksi ubi jalar,” ujarnya.

Teknologi budidaya Fero-Lanas, telah berhasil mengatasi hama boleng pada ubi jalar di Kabupaten Kuningan. Hal tersebut berdasarkan hasil uji coba beberapa waktu lalu di areal pertanaman ubi jalar seluas 40 hektar, perangkap ber Fero-Lanas mampu menangkap 5.500 ekor serangga boleng per 220 perangkap. Sehingga populasi hama boleng ubi jalar di Kabupaten Kuningan dibawah 0,1% yang sebelumnya mencapai 50%.

“Fero-Lanas bermanfaat untuk memikat dan memerangkap serangga jantan. Berdasarkan hasil uji coba dilapangan, satu perangkap ber fero-lanas mampu menangkap sekitar 250 ekor serangga boleng pada ubi jalar. Sehinggga hasil teknologi budidaya ini mampu mengendalikan hama boleng-lanas pada ubi jalar secara efektif dan efisien serta ramah lingkungan,’” ungkapnya.

Pada kegiatan Desiminasi Produk Fero-Lanas tersebut, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetika Kementrian Pertanian RI dan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kab.Kuningan, menyerahkan bantuan puluhan alat perangkap/silas ber Fero-Lanas kepada Kelompok Tani ubi jalar Desa Sindangbarang. (DHE)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing