Fri01052026

Last updateWIB3_TueAMWIBE_April+0700RAprAMWIB_0AMthWIB1777346359+07:00TueAMWIBE

Ekonomi

BBM Jenis Premium Langka

Antrian panjang disejumlah SPBU akibat BBM jenis premium langka.

Kuningan Terkini - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kabupaten Kuningan, Jumat (22/8/2014), mulai mengalami kelangkaan stok jenis premium. Hal itu terlihat adanya antrian panjang mencapai sekitar 200 meter hingga ke jalan raya, baik kendaraan roda dua dan roda empat.

Pantauan di lapangan, antrian panjang diantaranya terjadi di SPBU Luragung, Oleced, Ancaran, Darma dan sejumlah SPBU lainnya. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis premium terjadi akibat terlambatnya pasokan BBM dari Pertamina.

Kondisi tersebut dikeluhkan para pengendara motor yang terpaksa membeli Pertamax walaupun dengan harga dua kali lipat dari premium yang biasa mereka beli. Kelangkaan BBM jenis premium terjadi sejak Kamis malam. Di setiap SPBU terpasang pengumuman premium kosong. Petugas SPBU pun menyarankan agar konsumen beralih membeli Pertamax yang harganya lebih mahal.

Salah seorang konsumen jenis premium asal Pancalang, Anggi Alamsyah terpaksa menuntun motornya ke SPBU Caracas. Hal itu akibat motor yang dinaikinya kehabisan BBM jenis premium. Ia sudah mencari premium ke sejumlah SPBU, tapi hasilnya nihil hingga motornya mogok kehabisan bensin.

“Sampai di SPBU Caracas ternyata stok bensin juga habis. Terpaksa saya isi Pertamax. Banyak juga pengedara motor lain yang isi Pertamax. Saya tadi juga melihat di SPBU Bandorasa dan Cilowa juga habis,” katanya.

Sementara itu, pengelola SPBU Manis dan SPBU Cijoho Nana Nuryana menuturkan, sejak Senin lalu sebenarnya sudah terjadi pengendalian BBM yang dilakukan oleh Pertamina. Dampaknya mulai terasa pada Kamis lalu karena pada tiga hari kebelakang SPBU masih memiliki stok dari kiriman sebelumnya yang belum dibatasi.

“Kami biasanya diberi jatah 16 ribu liter, sekarang hanya dikirim 8.000 liter. Itu juga tidak dikirim tiap hari tergantung adanya stok di Pertamina. Bahkan, harus memesan terlebih dahulu. Itu juga belum tentu diberi sehingga benar-benar ada pengedalian BBM,” terangnya.

Dengan adanya pembatasan ini, pihaknya merasa dirugikan karena sebelumnya masuk ke kategori SPBU yang dibatasi penjualan solar subsidi. Karena minim premium sekarang stok pertamx lebih diperbanyak dan itu pasokanya lancar. “Yang dibatasi sebenarnya premiun dan solar, sedangkan pertamax dan pertamina dex melimpah,” ujarnya.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing