Ekonomi
Harga Cengkeh Tinggi, Petani Untung
- Details
- Published on Wednesday, 30 July 2014 20:15
- Written by Andry
- Hits: 47380
Kuningan (KaTer) - Sejumlah petani cengkeh yang ada di wilayah Kabupaten Kuningan nampaknya sedang sumringah. Pasalnya, harga komoditas cengkeh saat ini sedang di atas angin, yakni mencapai Rp 145 ribu per kilogram untuk cengkeh kering. Padahal, tahun sebelumnya antara Rp 120-130 ribu per kilogram. Kondisi tersebut, jelas merupakan angin segar bagi petani cengkeh.
“Saat ini harga cengkeh berkisar di angka Rp 145 Ribu di pasaran. Harga tersebut lebih mahal sejak panen raya tahun lalu yang mencapai Rp 130 Ribu. Jadi, musim panen tahun ini keuntungan yang diperoleh petani jauh lebih lumayan,” ucap salah seorang petani cengkeh asal Cigintung Kuningan Dodo saat ditemui KaTer di sela-sela memanen buah cengkeh, Rabu (30/7/2014).
Dia mengatakan, musim panen tahun ini jauh lebih baik. Selain hasil produksi meningkat, harga cengkeh dipasaran juga tinggi. “Selain di daerah Cigintung, saya juga memiliki kebun cengkeh di Desa Haurkuning. Kalau pohon cengkeh yang di Cigintung hanya ada 12 pohon Cengkeh. Beberapa diantaranya termasuk pohon yang besar dengan hasil buah yang berkualitas baik,” katanya.
Walaupun jumlah pohon yang dimiliki sedikit, Dodo bisa mendapatkan uang dari hasil cengkeh saat panen mencapai Rp 10 Juta. Karena, setiap satu pohon bisa dihargai hingga Rp 2 Juta, tergantung pohon dan lebatnya buah cengkeh serta kualitasnya.
“Cengkeh yang telah dipanen itu, tidak dijual dalam kondisi basah. Melainkan kering. Supaya, harga jualnya lebih tinggi. Selain itu, jika dalam kondisi basah para tengkulak tidak mau membeli. Soalnya, cengkeh dari Kuningan ini harus dikumpulkan dulu oleh tengkulak. Kemudian dijual ke pabrik rokok yang ada di luar Kuningan. Sehingga, kondisinya harus benar-benar kering. Agar tidak busuk,” jelasnya.
Petani cengkeh lainnya, Sukai mengatakan, bagusnya harga cengkeh tahun ini, dikarenakan curah hujan yang turun selama enam bulan tidak terlalu intens. Sehingga, curah hujan ini tak menganggu bunga cengkeh. "Kami disini juga membudidayakan cengkeh sejak dulu. Jadi, bila sering diguyur hujan, bunganya mudah rontok," ujarnya.
Dengan kondisi harga yang bagus ini, dirinya berharap budidaya cengkeh akan semakin meningkat. Dengan begitu, warga akan memiliki penghasilan sampingan selain dari pertanian. Sebagian besar warga di desanya, menanam pohon cengkeh. Rempah-rempah ini, sangat menunjang perekonomian warga. Meskipun panennya hanya sekali dalam setahun, namun hasilnya lumayan menguntungkan.(AND)






