Ekonomi
Atap Pasar Baru Bocor
- Details
- Published on Friday, 18 July 2014 16:10
- Written by Ade
- Hits: 31732
Kuningan (KaTer) - Pasca sidak yang dilakukan orang nomor satu di Kuningan, Hj Utje Ch Suganda ke pasar baru, banyak kritikan dari pedagang terkait kualitas pembangunan. Pasalnya, pasar yang baru ditempati kurang dari 1 bulan itu, sudah terlihat banyak kerusakaan dibeberapa titik. Bahkan saat bupati Kuningan sidak pasar, Ia sempat melihat ada ember yang disimpan ditengah jalan guna menadah air yang bocor dari eternit lantai 1 Pasar baru.
Seperti diceritakan oleh salah seorang pedagang pasar, Iding, sambil menunjuk eternit yang bocor, Ia terus mengeluhkan kualitas pembangunan dari pasar yang rencananya akan diproyeksikan menjadi pasar terbesar di wilayah III Cirebon itu.
“Meski tidak ada hujan beberapa waktu ini, tiba-tiba dari atap warung saya ada rembesan air. Saya tidak tahu ini airnya darimana, mungkin dari saluran pipa air, dan ini sudah bocor sejak 2 hari lalu,” kata Iding.
Dengan keadaan pasar seperti itu, dirasakan olehnya sangat mengganggu proses jual beli barang-barang ditokonya. Karena, bocor yang berada tepat didepan warungnya membuat suasana terlihat kurang sedap dipandang.
“Bocor ini jelas mengganggu, kan jadi tidak enak dipandang. Apalagi membuat jalan ditempat kami jadi becek. Kok aneh ya baru juga dibangun sudah bocor begini?” tanya Iding diamini oleh salah seorang pegawainya.
Keluhan juga datang dari Yati, yang kiosnya tepat berada didepan kios Iding. Berbeda dengan Iding yang mengeluhkan tentang atap eternit bocor, Yati menunjukan tegel kiosnya yang sudah jebol dan mengelupas. “Kualitas bangunannya tuh bagaimana sih, masa baru sebentar ditempati sudah banyak yang rusak. Coba lihat, lantai saya jebol sepertinya kurang semen dan kebanyakan pasir,” kata Yati.
Sebelumnya Ia mengaku ingin bercerita saat Bupati Kuningan sidak kemarin, hanya saja Yati mengaku merasa segan, karena takut menyinggung jika ditanyakan terkait kualitas kepada orang nomor satu di kota kuda.
“Saya pengen nanya ke Ibu (Bupati,red) tapi takut dimarahi. Tapi kami juga kan sudah bayar mahal untuk sewanya, jadi ya saya hanya berharap Ibu bisa lebih memperhatikan dan memantau kualitas pembangunan pasar baru ini,” terang Yati.(DHE)






