Ekonomi
Pedagang Barang Bekas Masih Bertahan
- Details
- Published on Sunday, 13 July 2014 18:19
- Written by Andry
- Hits: 50030
Kuningan (KaTer) - Bagi sebagian orang, mungkin sepintas berpikir bahwa barang bekas seperti baju, jaket, barang elektronik, alat mekanik motor, hingga peralatan rumah tangga tak dapat menghasilkan uang. Namun, jika berjalan di kawasan Kota Kuningan tak jarang masih bisa ditemukan pedagang loak yang bertahan ditengah pesona pasar Modern dan majunya perkembangan jaman.
Sederet pedagang alat mekanik motor yang nampak terlihat di sepanjang jalan raya Cirendang tepatnya berdekatan dengan terminal eks Cirendang serta di jalan raya Sindangagung yang tiap harinya tak sepi pengunjung. Tak jarang, pengunjung yang sengaja mendatangi lapak dagangan para penjual itu berasal dari luar Kuningan.
“Ya lumayan-lah tiap hari ada saja yang beli. Mulai dari baut hingga yang harganya murah seperti bodi motor yang dijual puluhan hingga ratusan ribu rupiah," ucap salahseorang pedagang onderdil motor bekas di kawasan jalan raya Cirendang Yayat kepada KaTer, Minggu (13/7/2014).
Tak hanya peralatan motor bekas yang masih diminati pembeli, pakain bekas-pun ternyata masih banyak peminatnya. Menurut salah seorang pedagang pakaian bekas di Jalan Langlangbuana Pasar Kepuh, Suhamad, pasar loak mempunyai pelanggan tersendiri. Berbeda dengan pasar pakaian baru yang konsumennya beragam.
"Para pembeli yang datang kesini untuk mencari pakaian bekas, rata-rata sih memang untuk keperluan berkebun atau kesawah. Pakaian bekas memang relatif murah dari harga tiga ribu hingga 100 ribu,” ujarnya.
Dikatakan, untuk penjualan pakaian bekas yang diperjualbelikan masih dalam kondisi baik danlayak pakai. Harga juga tergantung dari jenis pakaian seperti jaket kulit bisa mencapai Rp 150 ribu. Karena, untuk membeli dalam kondisi masih baru juga harganya mahal. Sementara hal serupa dikatakan pedagang lainnnya, Iman menjelaskan bahwa menjelang hari raya Idul Fitri biasanya ada peningkatan penjualan dengan pendapatan seratus hingga satu juta rupiah.
"Barangnya kami ambil dari Jakarta. Ada juga yang sengaja datang kesini menjual pakian bekas. Kalau omzet, lumayan lah daripada mencangkul lebih cape,” tukasnya.(AND)






