Sun03052026

Last updateWIB3_TueAMWIBE_April+0700RAprAMWIB_0AMthWIB1777346359+07:00TueAMWIBE

Ekonomi

Petasan Menghilang, Muncul Model Baru

Salah seorang penjual Basoka Spiritus di jalan Siliwangi Kuningan.

Kuningan (KaTer) - Momentum bulan suci ramadan, biasanya banyak ditemukan berbagai macam petasan yang beredar di masyarakat. Petasan yang kerap diperjualbelikan oleh para pedagang di pinggiran jalan itu, saat ini nampaknya sulit ditemukan. Namun, ada model baru yang bunyinya tidak kalah kerasnya dari petasan, yaitu ‘Basoka Spirtus’.

Bulan Suci Ramadahan memang tidak hanya memberi berkah di bidang usaha makanan dan pakaian khas bulan puasa, tetapi keberkahan pun didapatkan oleh pedagang 'Basoka Spirtus'. Jenis mainan tersebut nampaknya sebagai alternatif atas larangan penggunaan petasan.

Senjata mainan sederhana dari barang bekas berupa paralon, kaleng sarden/susu, dan pemantik api dari korek gas bekas ketika disemprotkan spirtus didalamnya akan mengeluarkan bunyi seperti senjata pelontar granat atau warga sering menyebutnya 'bebeludugan.

Menurut salah seorang pedagang Basoka Spirtus, Asep kepada KaTer, Kamis (10/7/2014) menuturkan, alat permainan sejenis alat tembak mainan ini, peminatnya lumayan cukup banyak dibanding petasan.

“Harga basoka spirtus mencapai Rp.25 ribu hingga Rp.50 puluh ribu rupiah, tergantung bentuk dan ukuran. Lebih laku ini daripada petasan karena dapat digunakan lebih lama. Suara yang dihasilkan juga tak kalah kerasnya dengan suara petasan,” ujarnya.

Terpisah, pembuat Basoka Spirtus, Dedi, Warga Kecamatan Karangkancana mengatakan, mainan sederhana yang mengeluarkan suara keras ini, sebagai alternatif petasan dan lodong dari bambu dengan bahan bakar karbit. “Alat cukup sederhana, ramah lingkungan, tidak membahayakan, dan memanfaatkan barang bekas,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan Iding Suryadi, Warga Desa Cileuleuy Kecamatan Cigugur sambil memperagakan cara pemakaian basoka spirtus. Usaha membuat dan menjual alat mainan ini untuk menambah pendapatan keluarga. Apalagi sedang membiayai kuliah dua orang anaknya di Cirebon.

“Saya sudah memodif bentuknya seperti senjata beneran, sambungan kalengnya dipatri, dan pemicu apinya dibawah layaknya senjata api,” jelasnya.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing