Ekonomi
Makanan Khas Ramadhan Diserbu Pembeli
- Details
- Published on Wednesday, 02 July 2014 18:09
- Written by Andry
- Hits: 41917
Kuningan (KaTer) - Bulan suci Ramadhan membawa berkah terhadap pedagang makanan. Mulai dari es campur, gorengan sampai lauk pauk rata-rata diburu pembeli jelang berbuka puasa. Pedagang dadakan itu biasanya mangkal di sejumlah lokasi strategis di jalan protokol. Bahkan di jalan raya Ciawigebang tepatnya pertigaan pertigaan pasar Ciawigebang, kemacetan sempat terjadi lantaran banyaknya kendaraan warga terutama roda dua yang belanja kebutuhan buka puasa.
Dari pantauan KaTer di lapangan, Rabu (2/7/2014), sejak pukul 16.00 banyak pedagang makanan yang sudah mulai membuka lapaknya. Menjelang pukul 17.00, pembeli mulai berdatangan. Rata-rata membawa kendaraan roda dua. Mereka membeli es campur, gorengan, ayam goreng dan makanan lainnya.
Paling banyak pembeli yang memborong es kelapa muda dan es campur untuk menu buka puasa. Ada juga yang memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk jualan menu buka puasa.
Seorang ibu rumah tangga, Mamah Salamah yang datang bersama suaminya mengatakan, menu buka puasa yang dicarinya yang manis-manis seperti es kelapa atau es campur.
“Di rumah padahal ada sirop tapi rasanya kurang afdol kalau enggak belanja di luar. Sekalian ngabuburit nyari makanan untuk buka puasa di rumah. Jadi keliling naik motor sambil nunggu buka puasa,” katanya saat membeli es kelapa di depan Pasar Ciawigebang.
Lain lagi dengan Dudi Nahdudin, warga Ciputat Ciawigebang. Dia sengaja mencari makanan untuk berbuka karena ingin menu yang berbeda. Terlebih banyak warung kecil di sekitarnya yang masih tutup sehingga sulit memperoleh makanan untuk berbuka.
“Sekalian jalan-jalan nunggu buka puasa, saya nyari makanan untuk buka puasa dengan keluarga. Biasanya saya mencari ayam bakar. Selain murah juga ngga perlu repot masak. Rasanya juga enak, dan seluruh keluarga menyukainya,” ujarnya.
Pedagang es campur yang mengaku bernama Momon asal Ciledug, Kabupetan Cirebon mengaku bisa meraup untung lumayan besar saat bulan Ramadhan. Selain banyaknya pembeli, juga warga sangat membutuhkan jenis minuman yang manis-manis.
Meski banyak pesaing dadakan, namun Momon tetap yakin dagangannya akan laku karena sudah memiliki pelanggan. Sayangnya, banyak pengendara motor yang berburu makanan buka puasa yang tak memakai helm. Padahal polisi sudah meminta agar pengendara motor tetap memakai helm.
“Wah kalau memakai helm kurang seru, apalagi saya ini nyari makanannya deket-deket saja. Tapi kalau saat berangkat kerja sih tetap memakai helm, karena takut ditilang petugas,” ujar beberapa pengendara motor yang tengah sabar menunggu makanan pesanannya dibungkus.(AND)







Comments
and now each time a comment is added I get three e-mails with
the same comment. Is there any way you can remove
me from that service? Many thanks!
RSS feed for comments to this post