Aneka
Asops Panglima TNI: Fenomena Global Sulit Diantisipasi
- Details
- Published on Thursday, 05 March 2020 13:41
- Written by Admin
- Hits: 16369
Kuningan Terkini - Dinamika perubahan fenomena global, regional, nasional yang sedemikian cepat dan dinamis, telah menghadirkan berbagai ancaman kontemporer yang bersifat asimetris, proxy dan hibrid serta IT, sulit untuk diantisipasi. Demikian disampaikan Asops Panglima TNI, Mayjen TNI Tiopan Aritonang, S.I.P saat membuka Rakornis Pusdalops, di Aula Gatsu Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (06/03/2020).
“Ancaman tersebut muncul sebagai akibat dari berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Informasi di era Revolusi Industri 4.0. Sehingga, ancaman terorisme dan radikalisme semakin sulit dihadapi,” katanya.
Hal tersebur kata Asop Panglima TNI, karena adanya jaringan teknologi komunikasi yang membantu penyebaran pesan-pesan radikal ataupun perintah teror melalui jaringan Medsos. Sehingga mampu secara cepat menyebarkan pengaruh dan mengaktifkan sel-sel tidur di seluruh dunia demi mendukung kepentingannya.
“Ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah serangan siber atau cyber war yang tak kalah dahsyat dibandingkan dengan serangan konvensional. Karena, begitu dahsyatnya penggunaan teknologi siber yang dampaknya setara dengan penggunaan senjata kinetic,” terangnya.
Selain itu, ancaman di wilayah regional seperti konflik batas teritorial di sekitar Laut Natuna. Hal ini karena tindakan offensif China untuk menguasai sumber kekayaan alam di sekitar Laut China Selatan yang juga di klaim oleh beberapa negara.
Terkait dengan ancaman tersebut, Pusdalops TNI, Puskodal Angkatan dan Puskodal Kotamaops TNI, dalam pelaksanaan tugasnya menyiapkan dukungan fasilitas komando dan pengendalian operasi TNI serta menyiapkan sistem informasi di lingkungan Mabes TNI dan jajarannya.
“Guna menghadapi tantangan tugas tersebut, Pusdalops TNI, Puskodal Angkatan dan Puskodal Kotamaops TNI, kedepan perlu meningkatkan infrastruktur, sumber daya manusia serta sistem dan metoda, dalam menjamin kesiapsiagaan operasi dan kesatuan Komando (Unity of Command),” pungkasnya.(j’ly)






