Parlementaria
PMII Minta DPRD Jangan ‘Tidur’
- Details
- Published on Friday, 27 November 2015 20:08
- Hits: 93462
Kuningan Terkini - Menyoroti beragam persoalan yang terjadi di wilayah Kuningan, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kuningan meminta agar anggota DPRD Kuningan tidak ‘tidur’.
Ketua PMII Kuningan, Rasdi kepada awak media, Jumat (27/11/2015), usai melakukan audensi bersama Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman SSos didampingi wakil ketua DPRD, Drs Toto Suharto SFarm Apt, mengatakan, wakil rakyat dituntut agar terus bekerja untuk kepentingan rakyat dalam wilayah legislasi, bugdeting dan controling terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah daerah bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami juga meminta agar jangan ada ‘perselingkuhan’ persoalan APBD antara legislatif dan eksekutif. Perselingkuhan dalam pengalokasian APBD itu jangan sampai ada. Justru sebaliknya, dua lembaga tersebut harus serius memutus mata rantai kemiskinan,” tandas Aras sapaan akrabnya.
Menurutnya, kedatangan ke gedung rakyat itu selain sebagai media silaturahmi para pengurus baru bersama para anggota dewan, juga tak ketinggalan menyuarakan soal pengelolaan APBD. Mereka meminta agar APBD benar-benar berangkat dari kepentingan rakyat.
“Bukan dari kepentingan golongan manapun. Kami pun meminta keseriusan dewan mengentaskan kemiskinan di Kuningan, yang makin tahun makin bertambah,” tegasnya.
Pihaknya bahkan, meminta agar APBD jangan hanya mempersoalkan pembangunan infrastruktur. Tapi juga membangun manusia karena hakikatnya masyarakat yang harus lebih diurus.
“Apalagi hari ini semua elemen masyarakat Kuningan terlalu asyik kepada yang namanya pembangunanisme persoalan fisik. Tapi persoalan peningkatan manusianya pun jangan sekali-kali dilupakan,” ujarnya.
Dirinya juga menilai, bukti dari kemiskinan bertambah saat ini itu bisa dilihat dari data BPS. Masalah kemiskinan yang terus meningkat, menuntut keseriusan peran legislatif. Bisa lewat penyadaran-pernyadaran, pemberdayaan-pemberdayaan yang langsung terasa oleh rakyat.
“Masyarakat Kuningan juga harus mampu mempunyai etos kerja, etos jujur agar tidak ketergantungan dan sifat konsumtif bisa diminimalisir,” katanya.
Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman didampingi wakil ketua, Toto Suharto sangat mengapresiasi apa yang disuarakan PMII sekaligus mengapresiasi kebangkitan gerakan mahasiswa di Kuningan.
“Sebagai alumni GMNI, saya juga tidak akan intervensi terhadap gerakan organisasi GMNI saat ini,” ucapnya.
Dirinya menilai, APBD memang perlu lebih diarahkan pada sektor pemberdayaan masyarakat. Terlebih era MEA yang sebentar lagi akan dimasuki, menuntut masyarakat Kuningan harus betul-betul siap menghadapinya lewat kebijakan APBD. (AND)






