Parlementaria
Dewan Apresiasi LKPj Bupati
- Details
- Published on Friday, 17 April 2015 07:04
- Written by Andry
- Hits: 23678
Kuningan Terkini - Komisi I DPRD Kuningan yang diketuai Yayat Ahadiatna SH beserta anggota lainnya, saat ini tengah melakukan pengkajian terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati tahun 2014-2015. Proses kajian terkait LKPj Bupati yang mengundang sejumlah pihak terkait itu, hingga saat ini masih belum menemukan dugaan atau keganjalan terhadap laporan kerja bupati selama satu tahun terakhir tersebut.
“Kita sangat mengapresiasi, karena banyak program yang sudah dilaksanakan sesuai aturan. Sedangkan yang belum, kita masih dalam tahap bertanya,” ucap Komisi I DPRD Kuningan, Yayat Ahadiatna SH beserta para annggotanya di ruang komisi DPRD Kuningan kepada KaTer, Kamis (16/4/2015).
Untuk salah satu contoh lanjut Yayat, misalkan ada program peningkatan kompetensi pegawai, sementara di lapangan ditemukan keluhan masih banyak pegawai yang tidak sesuai dengan kapasitas. Sehingga, di Kuningan masih kekurangan pegawai yang profesional.
“Jadi, LKPj itu ujung-ujungnya kan memberikan rekomendasi terhadap program kegiatan yang telah dijalankan tahun sebelumnya. Sebelum keluarnya rekomendasi, maka kami harus melengkapi segalanya dengan data-data yang akurat,” ujarnya.
Jadi untuk Komisi I DPRD Kuningan kata Yayat, bermitra dengan sebanyak 22 SKPD di Kabupaten Kuningan. Dari keseluruhan SKPD tersebut, pihaknya mempelajari secara utuh terkait RKPD dan janji-janji bupati yang disampaikan saat berkampanye. “Jadi, dari situ kita mencocokan kebijakan-kebijakan dari pemda apakah sejalan dengan janji bupati terpilih. Itu kuncinya yakni sinergitas antara visi misi, RKPD dan janji bupati saat berkampanye,” jelasnya.
Dari kegiatan selama setahun kepemimpinan bupati itu lanjut Yayat, sudah mengarah kesana belum (visi misi, RKPD, janji bupati, red). Makanya, saat ini Komisi I tengah mempelajari hal tersebut, baik secara aturan maupun teknis penyampaian LKPj yang disampaikan, diantaranya materi dan sistematikanya sudah masuk atau belum, sesuai dengan pedoman.
“Kita juga lihat semua SKPD program-programnya sudah berjalan secara efektif dan sesuai aturan belum. Bukan hanya sebatas program, target dan realisasi. Nah itu kalau input-output saja selesai, yang kita inginkan itu income nya seperti apa, mampu gak ini dalam pengelolaan anggaran,” jelasnya.(AND)





