Ekonomi
Buah Kesemek, Mulai Langka
- Details
- Published on Thursday, 10 July 2014 17:48
- Written by Andry
- Hits: 87959
Kuningan (KaTer) - Salah satu buah ternama di Kuningan yakni buah Kesemek atau yang sering disebut warga Kuningan sebagai ‘apel ganjen’ memang menjadi buah unggulan. Buah yang tumbuh subur di kawasan lereng Gunung Ciremai itu, saat ini sudah enggan dilirik oleh para petani buah dan sayuran khususnya di Kuningan.
Buah yang dikembangbiakan dengan cara memindakan tunas yang tumbuh dari akar itu masih ditemukan di sekitar Dusun Palutungan Desa Cisantana Cigugur dan Desa Gunung Sirah Darma. Namun, di kawasan Palutungan, pohon kesemek semakin jarang. Warga lebih memilih sebagai petani sayuran karena dianggap bisa mendapatkan panen lebih sering. Sedangkan buah Kesemek panen satu tahun sekali.
"Panen buah kesemek atau apel ganjen sekarang menurun. Tahun 2013 mencapai 320 ton, kalau sekarang hanya mencapai 200 ton," kata petani sekaligus pengepul buah Kesemek di Desa Gunung Sirah Darma, H Jai saat ditemuai dikediamannya, Kamis (10/7/2014).
Menurutnya, berkurangnya panen kesemek akibat musim kemarau yang pendek. Sehingga, bunga Kesemek yang sedang mekar banyak gugur karena terus diguyur hujan.
"Yang bagus panen rayanya. Jika kemarau panjang, menunggu panen raya sekitar delapan bulan semenjak berbunga," tukasnya.
Walaupun buah asal Cina membanjiri pasaran, tapi Ia tidak akan beralih profesi sebagai petani Kesemek. Karena, memang pohon ini hanya cocok tumbuh disini. Saat ini, permintaan Kesemek di pasaran tiap tahunnya menurun.
“Harga buah ini terbilang cukup murah jika dibandingkan dengan buah impor asal luar negri. Saya membeli dari petani Rp 1.200 hingga Rp 1.700 tiap kilogram, dan dijual perkotak kayu Rp 2.300 setelah dilakukan perendaman dengan air kapur,” pungkasnya. (AND)






Comments
It's always interesting to read content from other writers and
use a little something from their web sites.
RSS feed for comments to this post