Kuningan (KaTer) - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kuningan menggelar refleksi organisasi dalam rangka menyambut milad HMI ke-67 di Gedung PGRI Kuningan kemarin. Organisasi kemahasiswaan terbesar dan tertua di Indonesia, lahir pada 5 Februari 1947 lalu, kini telah berusia 67 tahun, dua tahun lebih muda daripada hari kemerdekaan Indonesia.
Dalam menyambut milad HMI ke 67 ini, banyak ungkapan dan cara yang dilakukan oleh para kader HMI. Salah satu cara yang dilakukan kader HMI Kuningan, menyambut Milad HMI yakni melakukan evaluasi sebagai refleksi atas perjuangan pendiri dan tokoh HMI. Selain itu, menggelar do’a bersama untuk kemajuan HMI, dan bangsa Indonesia yang kian terperosok.
“Lembaran-lembaran sejarah tidak semestinya dijadikan sebatas dokumentasi historis saja. Namun, lebih dari itu harus dijadikan cermin untuk merefleksi diri. Sekaligus untuk mengukur proses cita dan harapan pendirinya oleh kader-kader HMI masa kini,” kata Ketum HMI Kuningan, Yayan Supriatna kepada KaTer, Senin (24/2/2014).
Menurutnya, refleksi dimaksudkan menyambut Milad HMI dan merefleksi perjuangan para pendiri dan tokoh HMI, berdo’a agar HMI tetap jaya dalam mengawal perjalanan bangsa ini.
“Dengan begitu, kader-kader HMI akan berpikir dan merenungkan apa yang seharusnya dilakukan saat ini, serta di masa mendatang,” katanya.
Hal senada diungkapkan Presidium Kahmi Kuningan, Edi Nugraha, bahwa dengan peringatan Milad HMI yang ke 67 ini, diharapkan seluruh elemen yang masih peduli dan mencintai HMI untuk bermuhasabah bersama, sehingga menemukan segala bentuk kekurangan dan kesalahan masa lalu.
“HMI sebagai organisasi kader, harus mampu menjadi kawah candradimuka bagi kader-kader umat dan bangsa regenerasi pemimpin masa depan. Ini penting, karena maju mundurnya negara tidak bisa terlepas dari peran perjuangan generasi muda,” pungkasnya.(AND)