Pendidikan

Kelebihan Guru di Kuningan Capai 2.700

Kadisdik saat mengadiri Program Penataan dan Pemerataan Guru (PPG).

Kuningan (KaTer) - Kadisdiikpora Kuningan Drs A Taufik Rahman MSi MPd menerangkan, secara kuantitas Kuningan mengalami kelebihan guru sekitar 2.700 orang. Tapi, secara kualitas (kompetensi, kualifikasi, link-and-match, dan sebaran) Kuningan sebenarnya kekurangan guru.

Untuk itu, Kuningan membutuhkan program PPG (Program Penataan dan Pemerataan Guru) Pria yang akrab disapa Opik ini berpesan agar guru yang kelak terdampak PPG kiranya dapat mengerti dan memahami, bahwa PPG itu pada akhirnya demi kebaikan dan kemaslahatan guru itu sendiri. Maka, bupati berpesan PPG harus mempertimbangkan domisili, kualifikasi, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

“Soal kualitas itu sebenarnya nomor dua. Paling penting kecukupan dan kemerataan dulu,” Ucap Kadisdikpora dalam kesempatan sosialisasi program PPG di Kabupaten Kuningan di salah satu hotel di Cilimus, Minggu (15/6/2014).

Dalam sambutan Bupati Hj Utje Hamid Suganda yang dibacakan Opik menjelaskan, Program Penataan dan Pemerataan Guru (PPG) merupakan bagian dari upaya memajukan pendidikan secara merata mencakup berbagai pelosok daerah Kuningan. Penataan guru seharusnya mempertimbangkan domisili guru, latarbelakang pendidikan guru, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Diterangkan, segenap stakeholder pendidikan, meliputi Disdikpora, Kemenag, DPRD, Bappeda, PGRI, Dewan Pendidikan, dan BKD, hendaknya berkerjasama mensukseskan PPG. Kemudian, perlu segera dibentuk tim teknis PPG Kuningan. Menurutnya, PPG sendiri merupakan salah satu mata kegiatan program Usaid prioritas (prioritizing reform, innovation, and opportunities for reaching indonesia’s teachers, administrators, and students). Program ini diluncurkan hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan lembaga bantuan pembangunan Amerika Serikat (Usaid) untuk peningkatan kualitas guru dan siswa di tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Koordinator Usaid Prioritas Jawa Barat Erna Irnawati menjelaskan, sebagai salah satu mata kegiatan Usaid Prioritas, PPG merupakan bagian terpadu dari upaya meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas.

“Pemerintah daerah Kuningan perlu melakukan upaya penelaahan data, penelaahan kebijakan, penetapan kebijakan, dan penerapan kebijakan itu agar fungsi guru lebih efektif mendukung mutu pendidikan secara efisien,” paparnya.

Sementara itu Kepala BKD Drs Uca Somantri MSi menghimbau, para pemangku kepentingan hendaknya solid melaksanakan PPG agar tidak ada efek samping kekecewaan di pihak yang terdampak oleh PPG.

“Daerah pedesaan yang terpencil perlu menjadi perhatian bersama agar tidak mengalami kekurangan guru. Usaid diharapkan membantu pelaksanaan PPG secara rapi dan tidak berefek samping. Sehingga, sebaran guru merata hingga ke daerah terpencil,” pungkasnya.(AND)


Fishing