Pendidikan

MTsN Garawangi Gelar Pelepasan Siswa

Pelepasan siswa MTsN Garawangi

Kuningan (KaTer) - Acara pelepasan siswa kelas IX MTs Negeri Garawangi Kabupaten Kuningan berlangsung dengan meriah. Beragam kegiatan ekstrakulikuler yang selama ini dibina di MTs Negeri Garawangi ditampilkan. Kegiatan yang digelar di MTs Negri Garawangi ini ihadiri pihak perwakilan Camat Garawangi, Kapolsek Garawangi AKP Supriadi, Danramil Kapten Rahmat dan Kades Garawangi serta undangan lainnya.

Selain penampilan kegiatan ekstra kampus MTsN Garawangi, berbagai kesenian tradisional pun ditampilkan diatas panggung yang berada di halaman kampus setempat. Seni rebana yang ditampilkan oleh para siswa/siswi, serta tradisi penyembutan oleh lengser yang menggambarkan ciri khas budaya sunda.

Kepala MTsN Garawangi, Drs Supriatna SAg saat memberikan sambutan menuturkan, Jumat (12/6/2014), pihaknya sengaja banyak menampilkan kesenian tradisional. Hal ini bertujuan untuk menunjukan bahwa anak didiknya sangat mencintai budaya tradisional sunda yang kini hampir sedikit punah.

“Mudah-mudahan, penampilan ini menjadi hiburan tersendiri bagi semuanya dan juga menjadi motivasi kami untuk mempertahankan kebudayaan seni sunda di Kuningan,” harapnya.

Dikatakan, acara kenaikan kelas dan pelepasan siswa kelas IX kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena, susunan acara semuanya dibingkai dengan nuansa modern dan tentunya tidak melupakan seni sunda. Maksudnya, supaya pementasan kreativitas seni yang diselenggarakan siswa tidak monoton.

“Acara perpisahan merupakan kegiatan yang sangat membanggakan dari para guru. Karena, telah berhasil mendidik para pelajar selama tiga tahun. Kami sangat senang pada hari ini bisa merayakan perpisahan untuk 132 siswa/siswi, yang sudah berhasil kami didik selama tiga tahun,” kata Ketua Panitia yang diwakili Arif Budiman.

Pihaknya berharap, agar seluruh anak didik bisa melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi tanpa memilih-milih sekolah. Dalam artian, karena mencari sekolah favorit rela mengorbankan waktu satu tahun. Akibat tidak lulus mengikuti seleksi dan tidak memiliki biaya.

"Walaupun menempuh pendidikan di sekolah biasa, yang terpenting sekolah tetap berlanjut. Favorit atau tidak tergantung pada diri sendiri, bagaimana supaya bisa bersaing dengan peserta didik yang lain," pungkasnya.(AND)


Fishing