Kuningan (KaTer) - USAID PRIORITAS menggelar pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) bagi Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan Guru SD/MI di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Cilimus dan Kecamatan Garawangi. Kegiatan pelatihan kali ini dipusatkan di SDN 3 Lengkong Kecamatan Garawangi, Kamis (5/6/2014). Pelatihan MBS tersebut juga merupakan persiapan menyambut kurikulum 2013 yang akan diterapkan di tahun pelajaran 2014/2015.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kuningan, Drs Asep Taufik Rohman dalam sambutannya mengatakan, guru-guru SMP/MTs di Kabupaten Kuningan yang dilatih merupakan sekolah binaan USAID PRIORITAS. Salah satu tujuan pelatihan tersebut untuk persiapan diterapkannya kurikulum 2013 serta meningkatkan mutu MBS yang transparan dan akuntabel.
“Selain sekolah lebih terbuka dalam hal transparansi dan akuntabilitas, tentunya pelatihan MBS ini juga melatih para Kepala Sekolah, komite dan guru untuk bersama-sama mendukung proses pembelajaran yang baik di SMP dan MTs, sehingga outputnya adalah mendukung pembelajaran siswa di dalam kelas lebih berkualitas,” ucapnya.
Dikatakan, kedepan nanti akan ada pendampingan terhadap sekolah-sekolah mitra binaan USAID PRIORITAS. Dengan adanya pendampingan tersebut, pihaknya berharap agar proses monitoring dan evaluasi akan berjalan. Hal itu dimaksudkan agar nantinya Kabupaten Kuningan bisa membuat showcase atau pameran pendidikan tingkat Kabupaten Kuningan.
“Mudah-mudahan nanti kedepan Kabupaten Kuningan bisa menggelar pameran tentang produk-produk yang dihasilkan oleh sekolah-sekolah binaan USAID PRIORITAS. Kami sangat berterima kasih karena Kabupaten Kuningan bisa terpilih sebagai mitra USAID PRIORITAS,” katanya.
Sementara, Kepala SDN 3 Lengkong, Samsuni SPd MM megatakan, kegiatan pelatihan MBS tersebut merupakan awal dari proses untuk membantu sekolah-sekolah dalam memfasilitasi proses perencanaan sampai dengan melaksanakan kegiatan.
“Kami menyambut baik adanya kegiatan pelatihan MBS ini. Setelah pelatihan tingkat pembelajaran SD/MI ini, kami juga sekarang melaksanakan pelatihan MBS bagi komite sekolah, kepala sekolah dan guru. Diharapkan ketiga komponen tersebut bersinergis untuk membangun kemajuan sekolah,” harapnya.
Selain fokus di pelatihan tingkat sekolah, baik itu pembelajaran dan MBS kata Samsuni, USAID PRIORITAS juga akan membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program Penataan dan Pemerataan Guru (PPG) yang akan dilaksanakan pada 12 Juni 2014.
“Sesuai dengan rencana, program USAID PRIORITAS akan berjalan di Kabupaten Kuningan hingga tahun 2017. Di Jawa Barat sendiri ada empat Kabupaten selain Kuningan, yaitu Kabupaten Cirebon, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.(AND)