Pendidikan

Siswa PAUD Ikuti Pagelaran Budaya Sunda

Siswa PAUD saat mengikuti pegelaran budaya.

Kuningan (KaTer) - Ada banyak cara untuk melestarikan kebudayaan daerah sejak dini kepada anak-anak. Seperti yang dilakukan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kasih Ibu Desa/Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan yang menampilkan tradisi sungkem yang diikuti oleh sejumlah siswa PAUD Kasih Ibu.

“Sungkeman adalah wujud bhakti seorang anak kepada orang tuanya, itulah makna yang diharapkan akan menempel pada peserta didik kami. Penampilan upacara adat sunda dilakukan dengan khidmat oleh siswa siswi PAUD Kasih Ibu, wajah penuh antusias sangat nampak saat mengikuti acara yang didampingi para orang tuanya,” kata Sri, Ketua Pelaksana kepada KaTer usai prosesi pelaksanaan kesenian adat sunda, Kamis (5/6/2014).

Menurutnya, sebagai sekolah yang mendapat akreditasi, pihaknya memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak anak didik yang pintar dan solehah. Selain itu, untuk meningkatkan mutu, pelayanan dan peningkatan sarana serta prasarana PAUD.

“Penegenalan budaya sunda kepada anak-anak sangatlah penting agar kelak dewasa nanti anak-anak kita tidak melupakan budaya daerah yang hampir terkikis oleh budaya asing yang kini semakin meraja lela,” ucapnya.

Selama 7 tahun berdiri sambung Sri, PAUD Kasih Ibu Desa Jalaksana yang mendapatkan akreditasi tahun 2014 ini sudah memiliki 441 peserta didik. Bahkan, banyak juga lulusan siswa didiknya saat ini yang duduk di bangku SMP.

“Perpisahan siswa-siswi PAUD Kasih Ibu ini dilakukan dengan menghadirkan berbagai atraksi murid-murid kami, mulai dari pentas drum band, senam hingga pentas kesenian tradisional,” tukasnya.

Dalam acara yang dihadiri perwakilan UPTD Pendidikan, Ketua PKK Kecamatan dan Kepala Desa Jalaksana tersebut, tampak iring-iringan pengantin cilik jadi-jadian yang diperankan siswa PAUD Kasih Ibu lengkap dengan ponggawa serta pengiringnya mengawali acara perpisahan siswa siswi PAUD angkatan ke 7.

Diiringi alunan musik degung, kedua pengantin cilik yang juga disawer itu berjalan perlahan menuju kedua gurunya untuk bersimpuh dihadapan guru sebagai tanda penghormatan. Bahkan, terlihat banyak yang meneteskan air mata saat menyaksikan prosesi tersebut, mulai dari guru dan orang tua murid saat juru kawih membawakan syair pelepasan pengantin dalam bahasa sunda.(AND)


Fishing