Kuningan (KaTer) - Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Perbatasan yang terletak di Desa Cibingbin Kecamatan Cibingbin Kuningan, perbatasan Jawa Barat dengan Jawa Tengah diresmikan, Selasa (27/5/2014). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh perwakilan Kemedikbud RI, DR Mujito AK MSi.
Hadir dalam pesesmian, Bupati Kuningan Hj Utje Ch Hami Suganda, Kadisdik Jabar, Bupati Brebes, Ketua PN Kuningan dan unsur SKPD Kuningan, serta warga dan tamu undangan lainnya.
Bupati Kuningan, Hj Utje Ch Hamid Suganda dalam sambutannya menyampaikan kebahagiaan atas kunker yang dilakukan Wakil Menteri Pendidikan RI beserta jajaran di Kuningan khususnya di daerah perbatasan Jabar dan Jateng. Terlebih, komponen masyarakat di daerah perbatasan ini yang meliputi Kuningan, Brebes, dan Cilacap.
“Sebagai wujud kebahagian pemerintah dan masyarakat Kuningan, maka peresmian dua gedung yang dilakukan oleh kementerian pendidikan pusat yakni pembangunan SLB Negeri Perbatasan dan Pusat Layanan Autis Jati Kersa menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Kuningan. Pusat Layanan Autis Jati Kersa sendiri dibangun di Desa Sadamantra Jalaksana Kuningan,” sebutnya.
Pihaknya berharap besar SLB itu akan mampu memberikan layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di daerah perbatasan. Termasuk bagi anak-anak jalanan dari sekitar kabupaten dan kota perbatasan.
“Penambahan sarana prasarana secara bertahap terus dipenuhi. Kami juga berharap supaya anak-anak berkebutuhan khusus bisa dilayani dengan baik sampai diteruskan pada jenjang yang lebih tinggi di tingkat kejuruan,” ucapnya.
Dikatakan, jika anak-anak berkebutuhan khusus bisa dilayani sampai tingkat kejuruan, maka pihak pemerintah berencana membangun gedung pendidikan untuk sekolah menengah kejuruan. Mengingat, areal tanah milik pemerintah di sekitar SLB N masih luas dan mudah-mudahan pihak kementerian bisa membantu program tersebut.
“Harapan kedepan semoga kementerian terus mendukung program-program pendidikan di Kuningan khususnya di daerah perbatasan. Mudah-mudahan segala bentuk usaha dan upaya untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat menjadi ibadah dan amal dihadapan Allah SWT,” pungkasnya.(AND)