Kuningan Terkini - Komisi Penanggulangan Aids (KPA) beserta Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) cabang Kuningan nampaknya konsisten untuk mencegah penyebaran virus mematikan HIV AIDS. Pasalnya, KPA bersama PKBI kerap menggelar pertemuan rutin seperti dengan bidan yang bertugas di setiap kecamatan di Kuningan untuk membahas terkait antisipasi pencegahan dan penyebaran HIV AIDS di kalangan masyarakat.
“Adanya kordinasi dengan penyelenggara negara di daerah, merupakan salah satu tindakan cepat dalam mencegah penyebaran bahaya penyakit AIDS. Di wilayah Kuningan sendiri, penyakit AIDS sudah merambah kepada ibu-ibu rumah tangga,” ucap pelaksana PKBI Cabang Kuningan, Adang Sumbada kepada KaTer, Kamis (28/8/2014).
Menurutnya, sejak sepuluh terakhir kalangan ibu rumah tangga yang meninggal akibat penyakit AIDS itu mencapai angka 60 orang. Kemudian, untuk yang masih terjangkit atau yang sedang mendapat penanganan medis dari KPA, PKBI, dan pemerintah daerah jumlahnya sekitar 22 orang ibu rumah tangga.
“Selain itu, gerakan dalam melakukan pencegahan atau yang dikenal dengan sebutan TOP jelas menjadi motivasi tersendiri. TOP sendiri memiliki istilah yaitu temukan HIV positif baru, Obati orang yang di temukan, Pertahankan hidup orang yang sedang diobati,” jelasnya.
Dikatakan, aktivis peduli AIDS sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan seluruh bidan khususnya yang bertugas di wilayah Kuningan selatan. Untuk itu, upaya penanggulangan HIV AIDS di setiap daerah melibatkan pemangku sipil.
“Kami berharap, dengan langkah ini bisa membatu penanggulangan HIV khususnya terhadap kalangan populasi beresiko dan umumnya kepada mereka yang menjadi korban. Keterlibatan bidan diharapkan dapat mendorong ibu rumah tangga, ibu hamil atau yang sedang menyusui, mengajak pasangannya untuk test HIV AIDS. Hal itu sebagai upaya mendeteksi keberadaan status HIV sejak dini,” ujarnya.
Sementara pelaksana KPA Kuningan, Asep Susan Sunjaya menjelaskan, penyakit HIV AIDS yang sudah masuk di kalangan ibu rumah tangga, juga telah merambah di kalangan masyarakat dari berbagai lapisan.
“Selama tahun 2013-2014 ini, selain ibu rumah tangga yang terjangkit HIV AIDS, sedikitnya dua orang dari kalangan waria juga dinyatakan positif terjangkit. Tidak hanya itu, untuk kelompok penyuka sesama jenis kelamin alias gay, jumlahnya itu sebanyak empat orang. Kemudian, untuk pekerja seks komersil (PSK) itu jumlahnya enam orang,” sebutnya.(AND)