Kuningan (KaTer) - Meski sudah satu minggu lebih sejak Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD) Kuningan mengambil sampel air dari mata air yang berdekatan dengan pengolahan limbah RS Sekar Kamulyan, namun hingga kini, hasil laboratorium sampel air tersebut masih misterius.
“Saat ini, hasil uji laboratoriumnya belum masuk kemeja saya,” kata Dodi kepada Kuningan Tekini, Jumat (13/6/2014).
Meski begitu kata Dodi, pihaknya masih menunggu hasil dari labkesda. Sehingga, saat menjelaskan kepada masyarakat bisa berdasar riset secara ilmiah. Karena, jika benar terjadi pencemaran, ditakutkan akan membahayakan masyarakat yang secara langsung menggunakan sumber mata air didaerah tersebut.
“Dari sampel 2 titik mata air yang berdekatan dengan lokasi pengelolaan limbah RS Sekar Kamulyan, saya dapat kabar bahwa uji sample ditambah menjadi 4 titik mata air,” ujarnya.
Dodi menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh terkait isu pencemaran limbah. Karena lokasi pengelolaan limbah sudah merupakan satu bagian dari Rumah Sakit yang sudah berdiri sejak lama. Dan belum pernah ada masalah sebelumnya.
“Sudahlah isu itu jangan dibuat-buat, memang tidak ada masalah kok. Bahkan lokasi pengolahaan limbah itu juga kan satu bagian dari RS, dan berdiri sudah lama,” pintanya.(DHE)