Kuningan (KaTer) - Ketua BEM STKIP Muhammadiyah, Sukadi meminta agar Dinas Kesehatak Kuningan dan PDAM Kuningan turun tangan untuk memeriksa limbah RS Sekar Kamulyan. Sebab, kedua instansi tersebut ada keterkaitan dengan permasalahan limbah RS Sekar Kamulyan yang diduga telah menggangu lingkungan.
“Pengolahan limbah RS Sekar Kamulyan sangat dekat dengan mata air milik PDAM yang disalurkan untuk ribuan pelanggannya. PDAM berkewajiban menjaga kualitas airnya sehingga tidak merugikan pelanggannya. Sedangkan Dinkes harus menguji limbah rumah sakit karena sering menimbulkan bau yang tidak sedap,” kata Ketua BEM STKIP Muhammadiyah, Sukadi kepada Kuningan Terkini, Rabu (11/6/2014).
Ia pun mempertanyakan kepada Dinkes Kuningan mengenai hasil uji laboratorium sampel air dari mata air cigugur yang tengah di Uji Labkesda. Sebab, sampai hari ini pun belum hasil uji tersebut belum dipublikasikan.
“Kalau sudah ada hasil, secepatnya umumkan donk. Kalau belum, umumkan aja belum ada hasil. Jangan diam saja. Masyarakat pasti akan sangat menunggu,” ujarnya.
Untuk itu, Sukadi sependapat dengan ucapan Direktur PDAM, Deni Erlanda di koran online ini yang menyatakan pengolahan limbah sekar kamulyan lebih baik dipindahkan. Demi menjaga kualitas air. “Kita ingin tahu apakah PDAM berani gak mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kuningan, Raji MKes saat dimintai komentarnya melaui SMS ia mengatakan sedang ada kegiatan diluar. “Besok saja ketemu di kantor,” singkatnya.(DHE)