Kuningan (KaTer) - Beberapa rumah sakit (RS) mitra BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) di kuningan masih butuh penyesuaian program BPJS. Hal ini seiring dengan banyaknya keluhan masyarakat yang merasa BPJS belum sesuai dengan harapan yang mereka inginkan.
Kepala BPJS Kuningan Rudhy Sukmawan kepada KaTer, Kamis (5/6/2014) mengatakan, banyak kendala dalam ketersedian obat,s elisih harga obat dari kemenkes, serta pelayanan fasilitas kelas yang berbeda. Hal ini yang membuat beberapa rumah sakit di Kuningan perlu penyesuaian program BPJS.
“Sesuai MOU, pihak BPJS dengan rumah sakit, pihak rumah sakit dilarang menarik uang dari peserta. Namun, karena program ini baru berjalan 4 bulan, wajar saja rumah sakit masih butuh proses penyesuaian. Kendala rumah sakit saat ini terkait ketersedian obat karena banyaknya pasien BPJS yang sakit. Makanya ada beberapa golongan obat paten yang tidak dicover BPJS dibebankan harus dibayar oleh pasien, “katanya.
Rudhy menjelaskan, jika masyarakat mengeluh tentang biaya tambahan yang harus dikeluarkan, itu karena peserta kurang memahami. Setiap kelas berbeda fasilitas pelayanannya, dari mulai kamar rawat inap sampai obat. Kadang ada pasien yang ingin fasilitas lebih dari kelasnya sehingga akan dikenakan biaya tambahan.
”Ini yang kurang dipahami oleh pasien, tapi kita sekarang sudah menempatkan beberapa petugas di 7 rumah sakit mitra BPJS. Namanya BPJS Centre, semua yang kurang dimengerti pasien bisa ditanyakan mendetail disana,” terangnya.(Nona Rizky)