Kuningan (KaTer) - Warga Desa Pamulihan Cipicung Kuningan dikejutkan dengan penemuan ratusan Amunisi dan enam Mortil di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Amunisi yang diduga peninggalan serdadu Belanda ditemukan ketika salah seorang warga, Timu, sedang menggali tanah untuk penguburan jenazah di kawasan TPU desa setempat kemarin, Kamis (6/3/2014).
Warga setempat, Timu kepada KaTer menuturkan, saat itu bersama dengan warga sedang melakukan penggalian tanah di lokasi kuburan. Namun siapa sangka, saat tengah menggali tiba-tiba sekira kedalaman 50 cm, tiba-tiba cangkul yang digunakan untuk menggali mengenai sebuah benda. Ternyata benda itu adalah peti. Karena merasa penasaran terus dilakukan penggalian tanah.
“Penemuan peti dengan bahan besi kecil itu sudah dalam kondisi yang berkarat dan tidak nampak warna yang jelas. Dikira sih cuma besi biasa, tapi setelah saya buka ternyata didalam peti besi tersebut terlihat sejumlah amunisi yakni peluru pistol dengan ukuran pendek dan panjang serta beberapa mortir,” paparnya.
Setelah penemuan benda yang dianggap amunisi senjata itu sambung Timu, tanpa penuh ragu bersama warga lain segera melaporkan hasil penemuan benda yang cukup asing di lingkungan masyarakat. Laporan yang dilakukan kepada pihak berwenang yakni aparat desa dan kepolisian, untuk menghindari adanya reaksi dari benda berbahan peledak yang bisa merugikan lmasyarakat.
Sementara, Kapolres Kuningan AKBP Harry Kurniawan melalui Kapolsek Ciawigebang Kompol Erawan K menjelaskan, saat ini keberadaan ratusan amunisi dan mortir yang ditemukan oleh warga sekira pukul 14.00 WIB, sudah mendapat penanganan langsung dari petugas kepolisian. Sementara ini, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terlalu jauh sebab masih dalam proses pemerikasaan dan menunggu tim penjinak bom dari Brimob Detecemen C Cirebon.
“Kemungkinan besar ratusan peluru dan mortil itu merupakan hasil peninggalan belanda atau ketika terjadi tragedi perang dunia beberapa tahun silam,” ucapnya.(AND)