• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Min18082019

Last updateSab, 17 Agu 2019 7pm

Wisata

Keren, Gazebo Bumi Pelangi Diminati Wisatawan

Sertu Giri pencetus ide Gazebo kerucut alami ala NTT

Kuningan Terkini - Sertu Giri Kartono, Babinsa Koramil Jalaksana berhasil menciptakan 12 Gazebo ala rumah adat pedalaman NTT di obwis Bumi Pelangi sehingga banyak diminati wisatawan. Ide Gazebo berbentuk kerucut dan berbahan alami terinspirasi dari pengalamannya sebagai Prajurit TNI saat bertugas mengamankan perbatasan RI-Timor Leste tahun 2002 silam.

"Dulu waktu bertugas, Disana ada 'embu niang rebung' rumah masyarakat pedalaman NTT yang berbentuk kerucut. Bahkan ada yang sampai 3 tingkat berbahan alam. Dan disana pun banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara," jelasnya kepada Kuninganterkini.com Senin (29/04/2019).

Terlebih lagi, Sertu Giri mengamati keberadaan kolam renang di kawasan tersebut menimbulkan kebutuhan lain bagi para orang tua yang tidak berenang atau mengalami kelelahan di alam terbuka. Menurutnya sangatlah penting adanya tempat yang nyaman bagi mereka. Payung dan warung yang berlokasi 30 meter dari kolam dinilai masih kurang untuk menampung rombongan atau kelompok dalam jumlah banyak.

Disitulah ide Gazebo kerucut ala rumah adat NTT terlintas dipikirannya dan ditawarkan kepada pengelola bumi pelangi. Hasilnya, 12 Gazebo yang nyaman dan memiliki tempat duduk luas hadir dipinggir Kolam. Adapun Atap terbuat dari jerami kering yang memberi kesejukan dari sinar matahari, dan teruji tidak bocor ketika sejumlah awak media berteduh saat hujan deras terjadi.

"Ada bermacam ukuran , 2.5 x 2.5 m yang bisa digunakan untuk satu keluarga maksimal 10 orang. Ada juga 2.5 x 4 meter bisa 15 orang. Lantai panggung, berbahan anyaman bambu berlapis karpet. Ini bisa disewa perorangan atau keluarga. Bisa juga disewa buat acara harga sangat terjangkau," paparnya.

Sertu Giri mengakui ketahanan dari bahan alami ini terbatas, dari pengalamanya daya tahan bangunan bisa dua tahun jika dirawat rutin. Maka diperlukan biaya perawatan yang cukup dari tiket sewa. Saat ini perorang ditarif 10ribu sepuasnya seharian. Dan untuk sewa satu bangunan penuh bagi keluarga biaya sewa mulai 50 ribu seharian untuk ukuran standar.

Ide Gazebo ala rumah NTT ini ternyata diminati wisatawan. Dari pantauan Kuninganterkini.com tampak sejumlah rombongan wisatawan mulai menikmati duduk santai, selonjoran hingga tiduran di bangunan ini. Diantara mereka mengaku nyaman dan merasa senang dengan bentuk bangunan yang unik alami ditambah view pemandangan yang bagus jika melihat ke bawah. Sertu Giri berharap ide-idenya bisa bermanfaat bagi pengembangan obwis yang menurutnya menawarkan keindahan "sejauh mata memandang".

Sebagai Babinsa di wilayah ini dirinya turut prihatin dengan akses jalan yang tak kunjung mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah. "Jalan ini bukan hanya untuk bumi pelangi. Kenyamanan jalan ini diperlukan bagi para petani disini yang kerepotan tatkala membawa hasil panen mereka ke bawah, pemerintah harus mendukung potensi wisata yang luar biasa ini" pungkas Sertu Giri sembari berharap akan bisa mengembangkan ide lainnya di sekitar gazebo. (Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh