Wisata

Warga Talahab Gelar Sabumi dan Babarit

Ketua DPR Kuningan saat menghadiri Babarit dan Sabumu di Talahab, Kelurahan Citangtu.

Kuningan Terkini - Sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian, lingkungan Talahab Desa Citangtu Kelurahan Citangtu Kecamatan Kuningan, menggelar Sabumi dan Babarit, Rabu (12/10/2016). Hasil bumi pun diarak dan diserahkan kepada RW 04 Rt 17.

Kegiatan di hadiri oleh Bupati Kuningan yamg diwakili oleh Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kuningan, Ketua DPRD Kuningan Rana Suparman, Lurahan Citangtu, Camat Kuningan Ruslani. Meski diwarnai hujan namun ratusan warga setempat pun ikut memeriahkan acara yang dilaksanakan setiap tahun sekali.

"Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita berdoa agar ditahun yang akan datang, lebih baik lagi. Halil tani yang dibawa didalam tandu ini disebut. Babaton yang maknanya hasil tani tersebut dikumpulkan oleh masyarakat untuk ritual. Dimana sejarahnya pada jaman penjajahan jaman dulu saat itu sulit untuk mengumpulkan makananan," kata Yanto selaku tokoh masyarakat setempat.

Ia menambahkan, pada kegiatan sabumi dan babarit ini, dilaksanakan juga pemberian santunan kepada anak yatim piatu, dan sunatan masal. "Hal ini membuktikan langkah reformasi mental, kegotongroyongan masyarakat di lingkungan Talahab," ujarnya.

Ditempat yang sama, Lurah Citangtu, Yadi Juharyadi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, khususnya di Talahab yang telah melaksanakan acara budaya sabumi dan babarit ini.

Sementara, Kadisparbud Kuningan, Tedi Suminar dalam sambutannya menyampaikan, atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih selalu melaksanakan budaya Kuningan dilaksanakan setiap setahun sekali di Talahab.

“Dari segi parawisata, desa Citangtu sangat potensial untuk dikembangkan. Misalnya, kesenian tradisional angklung dan objek wisata paralayang dan ekonomi kreatif,” katanya.

Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman mengatakan, kerukunan kebersamaan yang muncul di Kelurahan Citangtu dengan menjaga tradisi yang akan terus tumbuh. Persatuan, perlindungan, kebersamaan adalah tuntutan sehari hari, ini menumbuhkan dan membangun karakter bangsa.

"Jangan sampai anak anak kita kedepan tidak tahu budaya kita. Dengan babarit kita bisa menjadi sadar untuk menghormati para petani yang telah berjuang untuk menghasilkan hasil pertanian. Disparbud wajib melestaraikan kebudayaan Kuningan yang ada. Sehingga ada petensi wisata yang berkembang,” ujarnya. (L.hakim)


Fishing